Mahasiswa, Benteng Terdepan Hadapi Radikalisme Berbaju Agama

Oleh: Denny Siregar

 

Ketika sedang di Jakarta, saya didatangi beberapa mahasiswa yang ternyata pembaca tulisan-tulisan saya..

Ada satu pertanyaan yang sangat menyentuh hati, “Kami harus bagaimana bang untuk membantu pemerintah mengatasi kelompok radikal berbaju agama ini ?”

 

 

Mahasiswa memang kelompok rentan dimasuki ideologi khilafah dan radikal. Usia mereka yang muda begitu mudahnya dipengaruhi oleh sesuatu yang dianggap baru dan berbeda.

Ketika ada kelompok yang menawarkan pandangan tentang betapa menariknya ideologi khilafah dengan membawa cerita “revolusi” di beberapa negara, jiwa muda Mahasiswa biasanya terusik.

Mudahnya kita analogikan begini, agama selama ini seperti musik Jazz yang rumit bagi mereka. Dan ketika ada yang membawa musik rock yang cadas, jiwa pemberontak mereka tersalurkan.

Apalagi kalau harus “berjuang” dengan tutup wajah seperti kelompok intifadah di Palestina. Agama menjadi begitu revolusioner dan revolusioner itu keren bagi mereka..

Karena itu, tidak heran banyak mahasiswa yang mengikuti kajian-kajian keagamaan yang “revolusioner”. Kajian dakwah yang keras dan semangat dibawakan oleh orang2 muda pula.

Contoh kasus paling dekat adalah ketika tersebar video mahasiswa IPB yang berikrar kesetiaan pada ideologi khilafah.

HTI paling pintar memang memainkan psikologi pada usia muda seperti ini. Kelompok mereka juga menguasai dan menggunakan fasilitas sebagai pengajar atau administratur di Universitas yang memudahkan mahasiswa mendapat kemudahan2 - seperti beasiswa - asal mengikuti agenda mereka.

Jadi jangan heran, ketika orang2 muda di kampus yang terafiliasi dengan HTI, banyak yang menggunakan baju BEM, HMI dan organisasi mahasiswa lainnya sebagai kedok untuk memuluskan agenda mereka.

Dengan bantuan pihak Universitas, mereka juga biasanya mengambil alih pucuk pimpinan organisasi di kampus mereka..

Dalam lokakarya bersama Polda Bali di Kuta, Desember lalu, saya menyampaikan sebuah usulan yang bisa dijadikan kajian dan gerakan menangkal radikalisme dan agenda khilafah di tahun 2018..

Terinspirasi oleh film lama 21Jump Street, kisah tentang detektif muda yang menyusup di kalangan pelajar untuk memberantas narkotika, saya mengajak Polda Bali untuk mulai membangun Gerakan Mahasiswa Pecinta NKRI..

Gerakan ini harus diinisiasi oleh lembaga negara seperti kepolisian, Densus 88 ataupun BNPT.

Bekerjasama dengan Rektor dan Dosen di Universitas - bisa berawal dari Universitas Negeri terkenal - kemudian membentuk kelompok mahasiswa yang militan, solid dan terorganisir di kampus masing2 dan yang penting bab kecintaan negara mereka sudah selesai.

Gerakan Mahasiswa Cinta NKRI ini mengadakan diskusi2 di kampus2 mereka melawan diskusi2 ideologi khilafah. Pemikiran khilafah harus dilawan dengan pemikiran juga.

Sekaligus mempertontonkan film-film tentang negara2 yang hancur, termasuk hoax2 yang disebarkan di dunia maya untuk mengedukasi teman2 mereka.

Dan Gerakan ini harus menjadi popular dengan dimunculkannya tokoh2 baru yang bisa memimpin organisasi kemahasiswaan di kampus2.

Densus dan BNPT bukan saja terlibat aktif dalam edukasi tapi juga melatih mereka dalam manajerial termasuk bagaimana cara merekrut anggota2 dan pelatihan tentang bela negara..

“Fight fire with fire..” kata saya dalam lokakarya itu yang kebetulan pesertanya ada yang dari Udayana dan Stikom Bali. “Untuk melawan mereka, pelajari polanya dan ikuti apa yang mereka sudah lakukan selama ini..”

Saya malah berpesan kepada seorang dosen, “Jangan biarkan mahasiswa sendiri. Bimbing dan arahkan mereka, karena mereka termasuk penjaga negeri..”

Sudah lama Kampus2 dikuasai oleh kelompok pendukung khilafah. Rebut kembali dengan nilai perjuangan yang sama dengan mereka. “Mereka jihad untuk menjadikan negeri ini sebagai negeri khilafah, kita jihad juga mempertahankan negeri ini supaya tetap sebagaimana adanya..”

Tidak mudah memang, tetapi segala sesuatu harus dimulai. Kita tidak berpikir setahun dua tahun ke depan, tetapi untuk selamanya. Kita berharap, dari satu dua mahasiswa yang menjadi pembela negara di kampusnya, satu waktu akan ada di parlemen dengan meneriakkan kecintaan yang sama.

Asal gak ikut-ikutan korupsi aja..

Sudah saatnya Mahasiswa dibangkitkan...

Masa akan berganti, dan merekalah nanti yang menjadi penerus perjuangan ini. Jangan sampai mereka menjadi zombie yang malah merusak tanah air dengan keragamannya yang indah ini..

Belajarlah dari Suriah. Pengorbanan nyawa masyarakat sipil disana kita jadikan pelajaran, jangan menjadi sia-sia..

Semoga secangkir kopi ini tetap nikmat saat kita bagikan ke anak cucu nantinya..

Seruput dulu ah..

Sumber: www.dennysiregar.com

Thursday, January 4, 2018 - 20:00
Kategori Rubrik: