Mahar Sandiaga Rp 1 T, Setara BOS 1 Juta Lebih Siswa Setahun

Ilustrasi

Oleh : Nino Histiraludin

Miris rasanya menghadapi Pilpres 2019 tahun depan, karena lawan petahana bukannya orang yang punya jiwa kepemimpinan serta visi yang baik. Melainkan orang yang sudah gagal 2 kali dalam Pilpres dan berpasangan dengan orang yang mengaku-aku menyerahkan mahar masing-masing Rp 500 M ke PKS dan PAN. Alias uang suap yang diserahkan. Dialah Sandiaga Uno, wakil gubernur Jakarta yang sudah berjanji menuntaskan jabatan 5 tahun kedepan.

Koalisi Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS telah menetapkan serta mendaftarkan pasangan Capres Prabowo berpasangan dengan Sandiaga Uno. Seperti yang kita tahu meski partai itu berkoalisi tetapi latar belakang Prabowo maupun Sandiaga sama-sama dari Gerindra. Ketiga partai lain menerima mereka utamanya PKS dan PAN yang telah menerima mahar masing-masing Rp 500 M. Yakin hanya Rp 1 T yang dikeluarkan Sandi? Masak Partai Demokrat akan diam saja? Bukankah awal mula isu tentang mahar ini diungkap oleh Andi Arief, Wasekjen Partai Demokrat. Sandiaga pun telah mengakui memberi mahar itu sebagai biaya kampanye.

Dalam Peraturan KPU sumbangan dana kampanye dari partai politik (parpol) dan badan usaha non-pemerintah dibatasi maksimal Rp 25 miliar, sedangkan sumbangan dana kampanye dari perseorangan dibatasi maksimal Rp 2,5 miliar. Jelas sekali Sandiaga telah melakukan pelanggaran penyelenggaraan pemilu secara fatal.

Sandiaga Uno juga telah mengakui adanya pemberian mahar itu. Hal tersebut disampaikan Sandi pada beberapa media dengan alasan “biaya kampanye”. Biaya kampanye 1 parpol mencapai Rp 500 M? Padahal PAN dan PKS di jagat perpolitikan kita hanya parpol medioker, parpol yang terancam terkena parliamentary threshold alias jumlah suara tidak mencapai 8 persen.

Cawapres Sandiaga telah menunjukkan perilaku yang sangat menjijikkan. Baru dalam Pilpres kali ini seorang calon pimpinan bangsa melakukan tindakan yang menciderai nurani rakyat. Seberapa banyak sih dana Rp 1 trilyun itu? Jika dialokasikan untuk Bantuan Operasional Siswa (BOS) SD/SMP/SMA LB (Luar Biasa) maka 500.000 siswa bisa bersekolah gratis selama 1 tahun. Jika dialokasikan untuk siswa SMA/K, dapat membiayai 714.286 siswa setahun.

Dan apabila dialokasikan untuk BOS SMP, akan ada 1 juta siswa bersekolah gratis setahun. Bahkan jika dialokasikan untuk BOS siswa SD, akan ada 1.250.000 siswa SD selama 1 tahun bebas biaya. Tidakkah Sandiaga yang katanya peduli pada masyarakat tergerak hatinya membantu siswa tidak mampu agar mereka dapat bersekolah dengan cuma-cuma?

Benarkah hati nurani kita tidak merasa sakit dan terlukai dengan adanya pemberian mahar seperti ini? Apa yang akan terjadi apabila Sandiaga memenangkan Pemilihan Presiden 2019? Yakin dirinya tidak akan mencari pengganti uang mahar yang disetorkan ke PAN dan PKS? Kedua partai itu tidak kalah brengseknya dengan tetap diam saja tanpa reaksi mengembalikan uang mahar itu.

 

Friday, August 17, 2018 - 18:45
Kategori Rubrik: