Mahar dan Balik Modal

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Ramainya bantah membantah ttg uang mahar yg diminta PS kepada LNM menjadi triger dan peluang membuka aib nasional ttg kotornya pilkada dan pemilu di Indonesia. Bantah membantah ini lelucon bau kentut. Baunya sejak lama kemana2 tapi tdk diakui kentut siapa.

Paket hemat 300 milyar yg disampaikan PS menyentakkan kita bhw modal jd kepala daerah itu bkn akhlak tapi palak memalak, krn bila ada modal harus ada balik modal dan untung yg hrs ditakar, baliknya dari mana?. Sudah bs dihitung mudah jualan proyek, izin, dan kolusi2 lainnya yg bakal dijadikan cashcow, krn gaji tdk mngkn menutupi modal dasar yg besar.

 

 

Lingkaran iblis diatas tidak bs selesai sampai ada skema kepartaian yg bisa mengkader manusia yg tdk haus dunia, dan rakyat yg tak mau uang sogokan jual suara, tapi apakah ada, pertanyaan ini jawabnya sementara wallahu a'lam krn sumber malapetaka selalu dibuat orang2 partai selain setoran jg mau kaya raya.

Ramainya LNM menyalak menimbulkan pelesetan lucu2an. Mahar jadi iuran, jadi saweran, dst. Output dari proses diatas adalah kualitas kepala daerah yg makin parah. Saya dalam perjalanan pulang dari Kutai Kartanegara, Kabupaten yg ditinggal Syaukani dlm kondisi mengenaskan diteruskan oleh Rita anaknya. Budaya pelacuran politik berlanjut, bkn ada perbaikan malah jd lebih berantakan ngerampoknya kayak kesetanan. Budaya yg dibentuk bapaknya bkn jd pelajaran utk perbaikan malah neneruskan perusakan dan skrg Rita juga dicokot KPK.

Entah mau dimulai dari mana begitu massifnya kerusakan moral pejabat daerah yg makin parah. Jokowi mulai berhasil membenahi pd tingkat kinerja menteri semoga bs cepat merambat kedaerah yg lgsg berhadapan dgn warga shg tdk terjadi lagi gubernur dan bupatinya selalu ke Jakarta, balitanya kekurangan gizi seperti di Papua saat ini.

Terbayang pelajaran sy di perusahaan sy pernah bekerja, ada istilah Golden Fundamental Scheme dalam penguatan pondasi organisasi dan sejenisnya. Skill, System dan Attitude. Ketiga basic point ini harus sama kuatnya jika ingin dpt output berkualitas, bila tidak insyaallah oleng semua.

Teman sy yg di pemda di Jawa mengatakan bhw Jokowi sdh menyiapkan sistim menjaga kebocoran uang negara dgn ebudgeting dan sejenisnya. 100% aman tdk juga tapi meinimal bs mengurangi dan mengajari mental pegawai negeri tdk jd pencuri serta DPR tdk lagi ngimpi mau banyak kawin nambahi istri disana sini.

# Membiasakan yg benar jangan membenarkan yg biasa. Jangan lagi pilih kepala daerah penjarah.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Tuesday, January 16, 2018 - 09:00
Kategori Rubrik: