Made in China

Oleh: De Fatah
 

Sekarang ini jadi orang Tionghoa di negeri ini serba salah
Kaya salah, miskin salah pulak
Jadi pemimpin salah, dipenjarapun salah
Jadi mualafpun masih tetap dipanggil cina

 

Hemat dituduh pelit
Dermawan dicurigai duit dari setan
Makan hanya lauk sayur disebut pedit
Makan enak disindir tidak memiliki empati

Kagak ngasih sedekah dibilang tidak mau berbagi
Dikasih sedekah, diteriaki mengapa sedikit ?
Tiap kerusuhan selalu ada yang ngajak ganyang cina, padahal puluhan tahun tempat dia kerja pemiliknya etnis cina, hutangpun ke toko Cina

200 ribuan TKI kita di negeri Cina tidak pernah diteriaki ganyang Indonesia. Padahal banyak orang cina yang menjadi pengangguran disana

Jadi pedagang dituduh nyuri timbangan
Menjadi pegawai negeri, disangka tak tahu diri karena di stempel bukan pribumi
Jadi tentara atau polisi dibatasi 
Jika protes, kaum dongok akut teriak "pulang saja ke negeri cina", katanya

Padahal, kopiah, baju gamis, sejadah, baju koko, kain kafan, sarung, handphone, panci, jarum jahit, mainan, tasbih, Qur'an digital dan banyak lagi MADE IN CHINA

Orang Tionghoa hanya dibela saat main Bulutangkis saja, walaupun lawannya orang Tionghoa juga 
Disoraki penonton IN DO NE SIA..IN DO NE SIA..IN DO NE SAA...jreng jreng jreng Hahahahahaha,...dan pulangnya bawa mendali harumkan nama INDONESIA

Padahal baik buruk orang bukan karena etnisnya. Orang baik ada disetiap etnis begitupula orang jahat. Indonesia ini rumah kita, entah anda dari Arab, Yaman, Cina, India, Pakistan, Alam Kubur, Alam Jin. Selagi anda WNI dan menerima Pancasila anda adalah Orang Indonesia

Hayyyyaaaa,...emang susahlah kalo beulusan dengan olang sakit jiwaa.

 

(Sumber: Facebook De Fatah)

 

Sunday, May 14, 2017 - 22:30
Kategori Rubrik: