"Macet" Tol Cikampek Emang Gara-Gara Jokowi

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Dalam 7 bulan terakhir, arus lalin di tol Cikampek meningkat kepadatannya, bahkan jelang dini hari. Dua dari 3 proyek besar di sektor perhubungan adalah penyebabnya

• LRT Cawang-Bekasi Timur (18 km)
• Tol Jkt-Cikampek II Elevated (36 km sampai Karawang)
• Kereta Cepat Jkt-Bdg (belum jalan)

Bahkan tahun depan, di selatan tol Cikampek yang sudah beroperasi dan tol layang, akan dibangun tol Cikampek III, sejajar dengan jalan tol saat ini. Menembus sampai Sadang (Purwakarta)

Saya cuma mau bilang pembangunan infrastruktur yang dilakukan rezim Jokowi sungguh masif. Jokowi orang yang sungguh berani mengambil resiko dicaci masyarakat (karena macet bertambah).

Contoh lain tentunya adalah pembangunan MRT Lb. Bulus-Bundaran HI (16 km mulai akhir 2013), tol Becakayu (sepanjang 17 km) dan 3 ruas LRT milik pusat (Cawang-Bekasi Timur, Cawang-Cibubur dan Cawang-Dukuh Atas, todal 42 km). Menambah kemacetan luar biasa di seantero Jakarta.

Saya tidak yakin Presiden Megawati dan SBY akan berani mengambil resiko seperti Presiden Jokowi

Pakdhe, panggilan akrab Jokowi, membuktikan bahwa tampilan luar (gagah, ganteng dsb) dan ciri luar lainnya (agamis, santun dsb) SEHARUSNYA bukan penentu orang BISA BEKERJA atau tidak.

Jokowi yang berbadan kecil, bukan dari elit politik tertentu, bukan "darah biru" tokoh politik, bukan dari profesi tertentu, membuktikan punya nyali sangat besar dalam membangun Indonesia dan dalam hubungan luar negeri bebas aktif

Logat dan lafaz bahasa Inggris juga bukan penentu kompetensi kerja.

Saya percaya, banyak anak muda berusia belasan sd 20an tahun, termasuk remaja 30an tahun seperti saya, akan dan sudah terinspirasi sosoknya

Doa untukmu Presiden

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Wednesday, January 31, 2018 - 12:15
Kategori Rubrik: