Mabok Agama

ilustrasi

Oleh : Harun Iskandar

Sepanjang perjalanan 'dinas' ke kawasan Sudirman kemaren siang, kami, saya dan Nyonya, ketawa ngakak ndak brenti2. Gara2 baca postingan di FB. Judulnya 'Agama Itu Seperti Alat Kelamin'. Sopir saya lirik di kaca spion depan, nahan ketawa setengah mati, mau dilepas ndak enak dengan 'bos'nya . . .

Memang kami, Umat Muslim Indonesia, dan kita, rakyat Indonesia, sudah sering disuguhi ulah, ucap dan tingkah, para kaum yang 'mabok agama'. Merasa bela agama, padahal malah memalukan. Malah bikin busuk Islam. Agama, Islam, nampak jadi agama yang 'blas', sama sekali, ndak mutu . . .

Ada wakil rakyat dari Partai yang ngaku partai islam, komen tentang 'vaksin virus Covid-19' dari China.

'Dimana nurani presiden, masak rakyatnya mau dijadikan kelinci percobaan,' komen bodo-nya. Ndak ngerti kalau vaksin tersebut sudah usai uji 'praklinis', di cobakan pada hewan. Lewati uji klinis pertama pada 40 orang China, di China. Rampung uji klinis tahap kedua, pada 200 orang China di negeri China sana. Aman dan berhasil semua . . .

Ini uji klinis tahap selanjutnya. Cocok ndak untuk suku bangsa atau ras lain. Kutip ucapan Profesor Amin dari Lembaga Eijkman, negeri kita ini lokasi uji klinis yang 'seksi'. Karena ada turunan China, Arab, Eropa, dan lain-lain. Dan negeri yang bareng2 kita ikutan uji klinis ini, ada Brasil, Chile, dan juga Turki . . .

Bodo atau pinterkah, itu wakil rakyat dari partai 'ngèslam' ? Silakan dinilai sendiri . . .

Kelompok yang seneng demo mengatas-namakan 'ngeslam' juga begitu. Yang sok kuasa, suka maksa sembahyang di tengah jalanan, stadion sepak bola, lapangan, tapi mesjid Raya Istiqlal malah buat tidur ngiler.

Ndak mau di vaksin. Haram, katanya. Karena produk kaum komunis, yahudi, dan kapir. Lupa kalau HP, mobil dan TOA yang dipakai demo itu buatan siapa. Bahkan kain 'daster' dan sorban mereka . . .

Lagipula, nunggu vaksin dari negeri 'muslim' sampai kapan munculnya, ndak jelas. Kita orang, wong ngEslam, cuma sibuk demo, sibuk ngatur orang, sibuk bengak-bengok sampai lupa belajar, lupa bekerja. Akibatnya mayoritas negeri ngEslam jadi negeri busuk, dari dalam. Jadi negeri miskin tur, juga, bodo . . .

Ada seorang politukus tua, pinisepuh sebuah partai yang 'dulu' sering disebut oleh dia sendiri sebagai 'partai allah'.

Begitu beliau 'tersingkir', dan anggota 'partai allah' itu sowan ke Jokowi, Presiden Republik Indonesia, langsung di nyinyiri. Sebagai ndak berpikir sesuai 'keimanan', tinggalkan nilai2 Quran . . .

Sudah ndapuk, perankan, diri sendiri sebagai 'Pengeran Katon', tuhan yang bisa kita lihat. Pokoknya begitu 'sarngi' melebihi tuhan-nya sendiri. Akuisisi 'hak allah'. Bisa tentukan mana yang 'sarngi' mana yang tidak. Ini salah satu ciri khas kelompok yang 'itha-ithu' . . .

Siapakah dia ? Wwk wk wk . . .

Yang terakhir terkait dengan warga 'Sunda Wiwitan'. Yang mau benahi makam, kuburan, sesepuh mereka sendiri, di tanah sendiri. Dilarang. Rame-rame. Oleh kelompok yang merasa bela 'ngeslam', kumpulan ngulama 'ngeslam', sampai pejabat yang sok 'ngeslam'.

Alasannya macem2. Ndak punya IMB, ngajari 'syirik', dan lain-lain.

Mungkin 'tuhannya' dirasa kurang menarik dan kurang seksi, sampai begitu takut, orang lebih suka dan lebih memilih nyembah kuburan batu, ndak nggubris tuhan mereka . . .

Begitu ndak percaya diri, ndak percaya jika agama-nya benar, seperti yang acap mereka gembar-gemborkan, hingga maksa kaum minoritas untuk mengakuinya, pakai 'power' mayoritas . . .

Sunda Wiwitan ini, konon telah ada dan diikuti di tatar Sunda, jauh sebelum Agama Islam, bahkan Hindu muncul disitu.

Nah, ulah, ucapan dan tingkah laku, kelompok ini dan seperti itu, yang disindir oleh postingan FB yang bikin ngakak kami berdua.

Suka pamer. Agamanya benar. Yang lain salah. Yang ndak enaknya lagi, dengan cara paksa. Paksa ngakui, bahkan paksa ikuti. Pakai 'power' mayoritas . . .

Agama itu sejatinya merupakan 'ranah pribadi' bukan 'ranah umum'. Dan belum ada bahkan tak pernah akan ada tolok ukur yang bisa dan mampu mengukur kadar 'keimanan' seseorang. Juga tak ada yang bisa menjamin seseorang akan jadi ahli sorga atau 'intip', kerak, neraka, karena agama yang dipeluknya. Demikian tulisnya, yang saya kutip bebas.

Yang bikin ngakak saat lihat foto yang dilampirkan. Tak screenshot, agar bisa tak besarkan. Biar bisa dengan jelas bacanya.

Ada tertulis di sebuah 'papan pengumuman'. Mungkin editan. Tapi ndak papa, yang tertulis sangat mengena dan 'penuh makna'.

Agama itu seperti alat kelamin. Tertulis dalam huruf 'kapital', besar-besar. Lalu diberi 'catatan kaki', uraian, atau 'tafsir' pendek. Namun lugas dan bernas.

Bagus kalau anda 'mempunyainya', dan boleh juga 'membanggakannya'. Tapi, jangan 'pamerkan' kelamin anda di tengah jalan sambil teriak-teriak.

Apalagi memaksa orang lain 'memeluk' Alat Kelamin anda !

Dan spontan kami, saya dan Nyonya, ngakak. Ndak putus-putus . . .

Juancoooook !

Sumber : Status Facebook Harun Iskandar

Friday, July 31, 2020 - 18:45
Kategori Rubrik: