Maaf Saya Bukan Jokower dan Bukan Ahoker

Ilustrasi

Oleh : Anwar Chandra

Karena banyak sekali yang membahas pertemuan Pak Jokowi dengan Alumni 212 yang dikaitkan dengan Pak Ahok, maka melalui postingan ini saya jelaskan sedikit pandangan sederhana saya bahwa saya bukan pendukung setia Pak Jokowi maupun Pak Ahok. Sudah jelas ya...???

Lho koq pada cemberut???

Ingat ya... Perjuang kita selama ini karena saya pendukung setia NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD'45. Saya lahir dan akan mati di bumi Indonesia, jadi sudah seharusnya saya sangat mencintai dan menjunjung tinggi nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika. Saya sangat bangga bisa hidup di Indonesia karena adanya 4 pilar kebangsaan tsb yang bisa menyatukan semua perbedaan kita menjadi satu bangsa yang besar di mata dunia.

SIAPAPUN pemimpin yang BERPRESTASI bisa menjaga bangsa ini dengan merawat 4 Pilar Kebangsaan tsb pasti saya dukung dan SEBALIKNYA siapapun pemimpin yang menghalalkan segala cara untuk merebut kekuasaan dengan menyebar Hoax, Fitnah dan isu2 SARA, pasti tidak akan kita dukung. Jelas kan...

Berarti Anda Jokower dan Ahoker dong...

Terserah kalau ada yang mau bilang begitu. Sampai saat ini saya tidak keberatan dengan sebutan itu karena sampai saat ini saya melihat mereka berdua sangat pantas dikagumi melalui KARYA-KARYA DAN PRESTASI-PRESTASI BELIAU. Kalau tidak disebut Jokower atau Ahoker saya juga tidak keberatan koq... Santai aja hehehe... 

Tapi saya sangat keberatan kalau dikatakan pendukung alumni 212, kenapa? Bagi saya mereka tidak layak dikagumi karena mereka tidak mendidik bangsa ini dengan baik. Mereka hanya lebih mementingkan kepentingan golongannya saja daripada keutuhan bangsa ini dan cenderung banyak menghalalkan segala cara untuk memuaskan nafsu politiknya dengan berkedok agama.

Maaf kalau tidak sependapat ya... Karena faktanya begitu. Boleh kan saya mengatakan yang sebenarnya secara terbuka seperti ini di alam demokrasi hari ini kan...? Kalau tidak sependapat juga gpp karena itulah yang dirasakan dan inilah demokrasi, perbedaan itu biasa asal jangan sampai bangsa kita terpecah belah oleh hasutan-hasutan munafik hanya karena perbedaan pilihan saat Pilkada dan Pilpres. Rakyat sudah cerdas dan generasi milenial juga harus cerdas dalam memilih seorang pemimpin berdasarkan fakta prestasi bukan hasutan-hasutan di tempat2 ibadah.

Oke, kita kembali ke laptop ya...
Saya harap pertemuan Pak Jokowi dan alumni 212 tidak membuat kita terbelah. Baik Jokower dan Ahoker harus bisa berfikir lebih panjang. Karena menurut pendapat saya, sebagai kapasitasnya seorang Presiden boleh ketemu dengan siapa saja. Gak ada larangan dan sudah seharusnya seorang Presiden yang baik melakukan semua itu untuk kepentingan rakyatnya. Jadi ya sah-sah saja.

Politik itu sangat dinamis, bisa saja berubah kapanpun demi merangkul dan mewakili semua pendukungnya. Apakah semua akan puas??? Tentu tidak ada yang bisa memuaskan 100%. Kita harus berfikir realistis juga, sebagai manusia kita juga tidak akan pernah puas lah.. Gak usah mengeluh dan teruslah BERSATU demi masa depan NKRI !!!

Sekali lagi saya ingatkan... Musuh kita ada 3 jenis dia itu adalah PARA POLITIKUS BUSUK yang memainkan politik kotor untuk merebut kekuasaan, dibantu KAUM RADIKAL MUNAFIK yang berkedok agama untuk mengganti ideologi bangsa dan dibiayai oleh PARA KORUPTOR yang tidak puas lahan korupsinya disumbat oleh Pemerintahan yang bersih. Mereka semua akan terus membuat gaduh bangsa ini secara terang-terangan dan didukung relawan-relawan idiot dengan strategi-strategi senyapnya sampai ke akar rumput paling bawah untuk mempengaruhi para pemilih. Itu yang harus kita waspadai. Jangan sampai kekejian di Pilkada DKI 2017 terulang kembali di Pilpres 2019.

Yang saya kuatirkan itu bila Pak Jokowi dipasangkan sama Pak Prabowo. Langsung pensiun dini saya jadi relawan. Tapi saya yakin Pak Jokowi sangat cerdas dan bagi saya Pak Ahok tetap dihati kita semua. Semua akan indah pada waktunya, amin... GUSTI ORA SARE !

Apapun yang terjadi tetap dukung Pak Jokowi 2 Periode ya guys... Jangan sampai Golput! #2019T3TAPJOKOWI

Salam perjuangan,
Anwar #SalamTOR
TOLAK RADIKALISME !

Sumber : Status Facebook Anwar Candra

Friday, April 27, 2018 - 18:15
Kategori Rubrik: