Lucky Jokowi Luke

Oleh: Denny Siregar

Saya benar-benar suka melihat epsiode Freeport kali ini. Saya tidak senang teori konspirasi,menebak2 siapa dan bagaimana. Lebih enak menganalisa langkah2 yang sudah terjadi, seperti menyusun keping demi keping puzzle sampai nanti membentuk gambar yang utuh. Apa yang dimainkan Jokowi kali ini buat saya adalah sesuatu yang luar biasa dan menambah banyak pelajaran bagaimana permainan politik yang cerdas, yang sulit diperkirakan oleh para pengamat politik yang terbiasa dengan permainan kasar.

Apa yang dilakukan Jokowi dengan mendorong bola panas ke MKD dan tidak mengadukannya ke kepolisian adalah langkah cantik yang menggemaskan. Baru sekarang kita melihat semua jadi terbuka terang benderang siapa tikus-tikusnya yang selama ini menggegerogoti lumbung padi. Jokowi paham, jika hanya di kepolisian mereka bisa sembunyi karena jaringan mereka begitu kuat di dalamnya. Karena itu, di buatlah pengadilan rakyat.

Beredarnya transkrip rekaman juga adalah bagian dari gerakan untuk semakin menguatkan keterlibatan para mafia Freeport. Masyarakat bisa membaca, mendengarkan dan mengadili para oportunis di balik uang freeport. 

Dan yang menarik, ini berubah menjadi masalah yang lebih luas dengan disidangkannya Setnov di MKD. Ini bukan hanya masalah freeport saja, bukan masalah Setnov dan Riza Chalid saja, tetapi lebih besar dari itu yaitu pilkada 2016. Dengan terbukanya mata masyarakat bahwa Golkar dan Gerindra ternyata melindungi para makelar, maka masyarakat akan berhitung banyak hal untuk mencoblos kedua partai itu. PKS sangat paham jebakan batman ini, karena itu mereka langsung menghindar kalau tidak makin jeblok suara mereka di pilkada nanti.

Bahkan dalam rangka pilpres 2019 nanti, Jokowi sudah memainkan kartunya dari sekarang. Karena itu, menjadi tidak penting apakah SN bersalah atau tidak, tetapi tujuan utamanya adalah membuka borok Golkar dan Gerindra bahwa mereka adalah partai pelindung koruptor. 

Pada situasi ini Jokowi juga secara sadar memunculkan ke area publik siapa itu Muhammad Riza Chalid, orang yang selama ini tidak terlihat yang memainkan banyak peran dalam politik Indonesia. Orang ini sangat berbahaya karena dengan uangnya ia bisa menggerakkan banyak hal untuk menjatuhkan Jokowi. Dengan membuka dalang besar dibelakangnya, maka Jokowi akan mendapat banyak simpati rakyat untuk melindunginya dalam bertugas. Sangat cerdas. Saya harus mengangkat topi untuk strategi ini. Sekali tepuk, banyak lalat mati. Jokowi menembak lebih cepat dari bayangannya sendiri. 

Nikmatnya kopi di pagi hari menjadi sedikit terganggu ketika ada lalat yang masuk ke dalam gelas kopi. Mungkin ini lalat yang bermarga Ginting, seperti yang disebutkan dalam transkrip itu.

(Sumber: dennysiregar.com)

 

Thursday, December 3, 2015 - 10:15
Kategori Rubrik: