Logika Zonk

ilustrasi
Oleh : Nophie Kurniawati
 
Seorang anggota dewan yang gak jelas apa kerjanya mengunjungi suatu daerah yang menjadi lokasi kerusuhan. Lalu dia ditunjukkan segenggam selongsong. Tanpa analisa dan konfirmasi kesana-kemari dia langsung berkesimpulan itu adalah selongsong peluru tajam yang berasal dari peristiwa pada hari itu. 
 
Lucunya terhadap mobil ambulan berlogo partainya yang kedapatan membawa batu2 sebagai logistik demo, dia menolak mengakui. Khan codot. 
 
Mari kita berfikir dengan logika.
 
Pertama :  Korban meninggal dari kejadian demo, menurut Anies yang baru pulang dari Jepang, ada 6 orang. Kalau itu adalah selongsong peluru tajam yang ditembakkan oleh aparat entah Polisi atau TNI, apa iya dengan peluru sebanyak itu Polisi atau TNI hanya ada 6 orang yang menjadi korban ? Apa polisinya baru belajar nembak sehingga banyak yang mleset?
 
Kedua : RSUD Tarakan yang  menangani jenasah mengatakan tidak ada proyektil didalam tubuh korban meninggal. Sebagian ada bekas luka tetapi tidak bisa dipastikan luka apa karena keluarga korban tidak bersedia di otopsi.  Terhadap petugas KPPS yang meninggal, mereka lantang berteriak minta otopsi. Sekarang ada jenasah korban demo, yang mereka duga karena aparat, tapi tidak menyuarakan otopsi? 
Ketiga : Dari 257 orang yang berhasil di tangkap tidak ada yang mengalami luka tembak peluru tajam satu pun. "Jihadis2" sangar bertato itu pun bisa dilumpukan oleh aparat tanpa peluru tajam. Kalau memang mau apa susahnya menembak mereka?. Faktanya itu tidak terjadi. Mereka ditangkap hidup2 dan hanya luka memar atau lecet2. 
 
Keempat : Polisi sudah menyatakan, tidak membekali aparat yang berjaga dengan peluru tajam. Hanya peluru hampa, peluru karet dan gas air mata. Tapi polisi sudah mengingatkan akan kemungkinan ada penyusup.
 
Kelima : Sudah ditangkap orang yang menyelundupkan senjata untuk aktiftas menumpang acara demo. 
 
Saran buat demonstran yang hanya berniat menyampaikan aspirasi dan  tidak berniat rusuh, sebaiknya menghindar dari lokasi keributan supaya tidak menjadi korban atau menimbulkan korban. Kalau ada yang lemparan2 ya menghindar, bukan malah ikut. 
 
#NK 
 
Sumber : Status Facebook Nophie Kurniawati
Saturday, May 25, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: