Logika Sederhana Pembobolan Jiwasraya dan Asabri?

ilustrasi

Oleh : Muhammad Jawy

Ada seorang PNS yang bertugas sebagai bendahara di sebuah puskesmas.

Pada waktu itu si bendahara didekati oleh temannya yang bermain kayu illegal logging. Temannya itu mengajak si bendahara untuk invest ke usaha kayu itu, dengan janji imbalan uang yang besar. Kalau ia naruh 100 juta, maka akan kembali dalam satu bulan dengan bagi hasil lebih dari 20%.

Maka ia masukkan uang Puskesmas sebesar 200 juta ke temannya, tanpa ijin kantor, dengan harapan uang akan segera kembali, dan ia mendapat imbalan besar.

Dan ternyata temannya memberi kabar buruk, usaha kayu illegal logging itu tercium aparat, sehingga kayunya disita. Dan lemaslah ia, karena uang yang ia tanamkan hilang lenyap begitu saja.

Kemudian, setelah kantor mengetahui, ia dipaksa untuk mengembalikan seluruh uang yang hilang, rumah dan seluruh sawahnya habis sebagai pengganti, itupun tidak cukup. Ia terpaksa menanggung sisa hidupnya untuk menyicil kekurangan pengembaliannya.

Nah mungkin hal itu yang kejadiannya mirip dengan Jiwasraya dan Asabri, hanya bedanya skalanya jauh lebih raksasa. Dan pera pencoleng kelas monster itu punya seribu akal supaya harta curiannya bisa diamankan tanpa bisa disentuh oleh hukum negara.

Keserakahan, itu adalah penyakit manusia, dan tidak mengenal batas angka.

Sumber : Status Facebook Muhammad Jawy

Monday, January 13, 2020 - 11:00
Kategori Rubrik: