Logika Picik Pembela Bahar dan Rizieq

Ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Terpaksa saya posting videonya, karena ada yang mengecam saya, dan menuduh saya mengadu domba umat. Padahal sangat mungkin orang-orang itu komentar sebelum melihat fakta-fakta.

Saya tidak mengadu domba, saya hanya mengingatkan, bahkan yang disebut Habib juga terkena taklif (التكليف), yang wajib dan haram bagi kita demikian juga bagi mereka. Kalau salah jangan diikuti. Kedua, kalau jelas tidak bisa jadi panutan tidak perlu dibela karena masih banyak Habib yang bisa kita ikuti.

Jangan berstandar janda, Anda diamkan caci maki HRS dan Bahar kepada Gus Dur, ulama kita, Presiden dll. Dan merusak pikiran jutaan umat. Tapi Anda kecam saya karena saya mengingatkan kawan-kawan kita bahwa kedua orang itu tidak harus diikuti, tidak wajib, dan keduanya tidak maksum, tidak bebas dari berbuat salah. Kalau terbukti salah akui saja, tidak perlu memfitnah Pemerintah kriminalisasi ulama, tidak perlu menuduh Polri mengada-ngada.

Saya pernah berdebat sengit dengan dosen, sampai gebrak-gebrakan meja, kata dia " Kiyai alim-alim duduk dibawah panggung, habib-habib muda petakilan diatas panggung, kalau habib mabuk disebut jadab, kalau orang jawa mabuk disebut bajingan".

Dan seterusnya. Saya tidak terima dan saya lawan dengan argumen-argumen. Tapi sekarang kenyataannya begitu, ketika Jokowi manusia biasa dicaci maki, kemana kalian yang mengecam saya ini, saat Jokowi dicaci maki. Apa Anda mengingatkan mereka yang sumpah serapah di panggung-panggung pengajian, bahwa mereka mengadu domba umat, seperti Anda mengingatkan saya? Lalu kalian bersuara latang membela orang yang jelas salah dihukum.

Terpaksa saya posting videonya. Khusus untuk dewasa. Yang tidak kuat jangan nonton. Ini tulisan terakhir soal Bahar.

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Friday, December 21, 2018 - 11:00
Kategori Rubrik: