Logika Picik Dahnil Anzar Tentang Jalan Desa Terbangun 191.000 km

ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Saya dan beberapa teman mulai concern bermitra dengan petani (misalnya beras, kopi dan sapi) sejak taun 2010. Ada 7 desa saat ini di 2 kabupaten di Jawa Tengah yang menjadi mitra.

Fokus utama kami untuk membuka pasar produk2 desa dan memotong rantai pasok. Kebetulan skripsi saya tentang supply chain khususnya produk2 pangan dan pertanian. Jadi ada ikatan batin dan beban moril mewujudkan teori2 yg saya susun saat kuliah menjadi realita, bukan awang2 belaka

Di luar itu, ada beberapa hal yang kami coba support sesuai kemampuan. Mendatangi kantor desa atau kecamatan dan bahkan kantoe bupati setempat untuk mendorong aparat birokrat terjun ke lapangan. Karena kami akhirnya tau (trmasuk dr istri) bahwa Mereka digaji untuk itu, bukan menunggu data atau laporan 

Hasil dorongan itu misalnya adalah makin trdeteksinya warga yang butuh bantuan KIS, KIP, PKH ataupun bahkan support makanan utk warga dan anak kurang gizi. Karena sentilan2 itulah, birokrat kabupaten mulai banyak ikut mengawal rapat musyawarah desa untuk merencanakan APBDes, trmasuk mengelola dana desa dari pemerintah sejak 2014

Berkaitan dengan Dana Desa di atas, sepanjang 4 taun ini rupanya 7 desa mitra kami ini masih fokus ke problem2 dasar seperti pembangunan jalan yg lebih mulus dan irigasi lokal. Juga pembangunan kandang komunal atau pembangunan fasilitas sanitasi hewan. Rata2 sekitar 3-4 km jalan yang dibuka atau ditingkatkan kualitasnya lewat Dana Desa. Sedangkan irigasi lokal trgantung kebutuhan warga

(Jika 3 km adalah rata2 dibangunnya jalan desa di seluruh Indonesia, kalikan saja dengan sekitar 79rb desa untuk mendapatkan angka sekitar 240rb km)

7 desa mitra kami ini bukan trgolong desa trtinggal.. tapi fasilitas jalan tetrp menjadi concern utama dalam perencanaan Dana Desa. Jejak itu kemudian terlihat saat mitra2 ptrnak kami bisa mendapatkan keuntungan lebih besar karena akses jalan yang lebih bagus.

Apalagi 5 dr 7 desa mitra kami itu berada di atas bukit atau bahkan lereng gunung. Bahkan baru sekitar 10 taun lalu ada beberapa ruas jalan dibuka dan beralas tanah dikeraskan untuk membuat mobil elsape (L-300) naik gunung menjemput sapi2 milik kami dan mitra2 kami. Lalu kualitasnya diperbaiki sedikit demi sdikit

Petani2 itu makin bersemangat karena melihat perhatian pemerintah sangat besar saat ini. Apalagi anak2 mereka dan kesehatan mereka sudah trjamin oleh program2 KIS-KIP-PKH itu

Bahkan sejak taun lalu, ada beberapa petrnak dan petani kami yang menolak diberi PKH karena mrasa sudah mandiri. Ini adalah perasaan yang tak trnilai harganya

Saya merasa bahwa disitulah sarjana bisa berperan besar. Menjadi fasilitator masyarakat yang minim informasi dan atau akses pasar

Kenapa ini saya corat coret..
Karena ada eks akademisi bergelar doktor dan juga temen2nya jg intelektual bisa2nya meragukan jumlah jalan di desa yg dibangun lewat Dana Desa sejauh 191rb km

Intelektual yang kerap ngomong tanpa basis data hanya lah pecundang

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Wednesday, February 20, 2019 - 08:30
Kategori Rubrik: