Logika Para Pendukung Capres

ilustrasi

Oleh : Teguh Arifiyadi

Politik di media sosial itu sebetulnya hanya permainan kata-kata (the game of words). Semua orang bisa merasa menang berdasarkan sugesti pikirannya. Beberapa diantaranya berhalusinasi memenangkan perdebatan karena kemampuannya mengolah kata, meski tanpa nalar dan data yang memadai.
.
Perdebatan politik dianggap sebagian orang sebagai jalan dakwah tanpa paham apa esensi politik itu sendiri. Adu argumen dianggap sebagai perang pemikiran dan jalan menemukan kebenaran yang sesungguhnya relatif.
.
Belasan tahun bekerja di pemerintahan, 4 kali berganti menteri, melewati 3 kali masa kepresidenan, berkawan dengan politisi, akur dengan rekan-rekan LSM, mengelola komunitas, bertahun-tahun mengawasi dan menyelami dunia konten internet & media sosial, berdiskusi dengan berbagai macam manusia nusantara, pada akhirnya haqqul yakin saya berkesimpulan bahwa politik dari dulu ya begitu-begitu saja.
.
Gerbong kepentingan pasti ada di semua kandidat, ngomong berbusa menjual gagasan, kadang ujungnya adalah dusta. Kaum beragama diadu dengan sesama. Banyak intelektual dan para alim terjebak dalam pusaran politik tanpa haluan. Asalkan satu pilihan ia adalah kawan, jika beda pilihan ia adalah 'lawan'.

Itulah kenapa sering saya katakan, memenangkan pemilihan presiden itu jauh lebih mudah daripada 'menyatukan' Indonesia.
.
Jika Anda pendukung fanatis capres tertentu, coba tanya hati nurani Anda, apakah anda rela dan ikhlas jika negara ini dipimpin oleh capres yang tidak anda pilih? Apakah Anda akan mengakuinya sebagai presiden Anda sampai 5 tahun mendatang? Apakah anda siap jika capres yang tidak Anda pilih meminta Anda untuk membantu negara ini?
.
Beda pendapat dalam demokrasi itu sah bukan? Karena itu tak perlu lah kita kagetan, ngamukan, atau mencari kambing hitam jika calon presiden kita nanti kalah. 
.
Cukup ratapi sejenak kekalahan kita, ambil nafas panjang, hembuskan perlahan, lalu besarkan jiwa untuk ucapkan selamat kepada pemenang, kemudian bantu negara ini menjadi lebih baik dengan memaksimalkan peran yang kita bisa.
..
Ingin rasanya menyalakan mesin waktu, menyegerakan diri melewati 17 April nanti!

Sumber : Status Facebook Teguh Arifiyadi

Friday, March 22, 2019 - 08:15
Kategori Rubrik: