Logika Cerdas Para Pemilih Jokowi-Ma'aruf Amin

Konon sebagian besar basis pemilih Joko Widodo memiliki tingkat pendidikan rendah. Hal ini diketahui dari survei Media Survei Nasional (Median) 1-9 Februari 2018. Sementara angka yang didapat Jokowi ini berbanding terbalik dengan yang didapat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Sebagian besar basis pemilih Prabowo justru dari kalangan berpendidikan tinggi. Namun dalam tingkat kecerdasannya kok malah lebih cerdas para pemilihnya Jokowi, apa alasannya?

Lain dari itu ada pendapat mengatakan, lebih baik berpendidikan rendah ahlaknya tinggi daripada berpendidikan tinggi tetapi ahlaknya rendah. banyak orang yang bangga berpendidikan tinggi tetapi tidak bisa membuat tinggi derajatnya. Lebih baik banyak pengaruhnya sedikit kepentinganya daripada besar kepentinganya kecil pengaruhnya.

 
 
 

Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Kalau kita punya akal sehat mestinya digunakan dalam setiap peristiwa di dalam hidup ini. Apalagi dalam sebuah pesta demokrasi untuk memilih pemimpin bangsa ini, selain akal sehat tidak malas mencari referensi calon yang dipilihnya itu penting.

Apalagi yang dipertandingkan dalam kontes demokrasi itu hanya ada dua calon, pasti lebih mudah membandingkannya. Misalnya demikian :

Kalau ada yang Ma'ruf
Ngapain pilih yang Munkar?

Kalau ada yang menyATUkan,
Ngapain pilih yang memisahkan?

Kalau ada yang JOKO,
Ngapain pilih yang DUDO?

Kalau bisa jadi yang PERTAMA,
Ngapain pilih jadi yang KEDUA?

Kalau ada yang sudah pengalaman,
Ngapain pilih yang masih coba-coba?

Kalau ada yang bisa jadi pemerSATU,
Ngapain pilih pemecah belah?

Kalau ada yang nomor WAHID,
Ngapain pilih yang kaleng-kaleng?

Kalau bisa SATU hati,
Ngapain pilih yang menDUA?

Kalau ada yang terdepan,
Ngapain pilih masih di belakang?

Kalau keluarga bisa berSATU,
Ngapain pilih keluarganya yang berpisah?

Kalau ada yang tinggal bilang AMIN,
Ngapain pilih yang harus pakai SANDI?

Kalau ada yang SEKALI jadi,
Ngapain pilih yang berkali-kali gagal?

Pancasila itu:

1. keTUHANan Yang Maha Esa
2. keMANUSIAan Yang Adil Dan Beradab

Kalau ada pilihan TUHAN,
Ngapain milih pilihan MANUSIA?

Nomor 1 itu ORIGINAL,
Nomor 2 itu KW.
Kalau ada yang ORIGINAL,
Ngapain pilih yang KW?

Begitulah AKAL SEHAT dalam memilih seorang Presiden itu, jangan hanya mengandalkan katanya saja tanpa mau mencari KEBENARANNYA. Kotbah boleh berapi-api tapi jangan mudah percaya begitu saja.

Ingat ada IBLIS yang bisa menyamar jadi MALAIKAT TERANG, belum tentu kotbah orang yang mengaku suci itu dari Tuhan, atau sebagai kebenaran. Tapi bisa jadi sebaliknya, PENUH KEBOHONGAN yang bisa menjerumuskanmu ke lobang penderitaan.

Salam Dung Dung Pret!

Saturday, September 29, 2018 - 01:45
Kategori Rubrik: