Logika Busuk HTI tentang Khilafah

Ilustrasi

Oleh Awan Kurniawan

Teman-teman HTI getol memperjuangkan khilafah dengan menggunakan al-baqarah:30, dan shad:26. Ayat pertama membicarakan kehendak Allah utk menjadikan Adam sebagai (khalifah) di muka bumi, ayat kedua membicarakan kehendak Allah menjadikan Daud sebagai (khalifah) di muka bumi. Mengapa kedua ayat itu tidak menggunakan istilah (khilafah), dan mengapa Allah tidak membicarakan kehendak-Nya utk menjadikan Muhammad sebagai (khalifah) sebagaimana dua nabinya di atas?

Para ahli sejarah islam menyebut pemerintahan yang didirikan nabi Muhammad sebagai bentuk negara ideal yang disebut "negara madinah" dengan menggunakan piagam madinah (46/47 pasal) sebagai konstitusinya, bukan al-qur'an dan hadis. Dan para ahli sejarah islam menyebut "khilafah" utk pemerintahan para sahabat nabi, mulai Abu Bakar sampai Ali bin Abi Thalib dengan menggunakan sistem pemilihan yang berbeda-beda. Lalu, mengapa HTI tidak memilih menggunakan pemerintahan nabi Muhammad?

Sistem kekhilafahan dalam sejarah Islam sangat banyak, dan berakhir pada tahun 1924/1925 yg dibubarkan oleh Kemal Attaturk di Turki. Sejak itu, muncul banyak gagasan tentang teori khilafah, ada yg pro dan ada yang kontra. Salah satu penggagas khilafah modern yang menjadi nabinya HTI pasca dibubarkan attaturk adalah Taqiyuddin Annabhani. Akan tetapi, di negaranya sendiri gagasan itu ditolak, bahkan seluruh negara Timur Tengah menolak, sehingga mereka bermarkas di ingris. Mengapa HTI ngotot mengusung gagasan Nabhani?

HTI mengklaim bahwa khilafah adalah ajaran islam yang diwajibkan oleh Allah. Mengapa khilafah bisa dibubarkan oleh manusisia? Bahkan hanya oleh seorang attaturk? Bukankah itu berarti kekuasaan Allah kalah oleh attaturk? Bukankah ajaran dasar islam seperti rukun islam dan rukun imam yang diwajibkan oleh Allah tetap dijalankan oleh umat islam dimanapun mereka berada?

HTI mengklaim khilafah bersifat syar'i, sedang negara bangsa (NKRI) yang menganut demokrasi adalah tidak islami, bahkan disebut thaghut dan pemimpinnya divonis kafir. Tetapi, mengapa mereka masih mendaftar menjadi PNS yang itu berarti menjadi pegawai negara yang mereka nilai thaghut dan memakan uang thaghut?

Sebagai bentuk negara bangsa, HTI menilai NKRI adalah thaghut lantaran dibuat oleh manusia yang tidak islami, kafir dan thaghut. Lalu, mengapa mereka masih menggunakan MK untuk menguji keabasahan perpu? Mengapa mereka masih meminta HAM turun tangan? Bukankah kedua makhluk itu buatan orang kafir, thaghut?

Suatu logika yang tidak logis.....

Sumber : Status Facebook Awan Kurniawan

Friday, July 14, 2017 - 13:30
Kategori Rubrik: