Lock Down, Distancing Atau Apa?

ilustrasi

Oleh : Alim

Banyak masyarakat yang secara tiba-tiba menyuarakan lockdown. Saya tidak bahas panjang lebar konsekuensi lockdown, hanya ingin mengatakan bahwa lockdown adalah salah satu dari sekian pilihan.

Meski banyak negara memberlakukan lockdown, dengan berbagai variasi detilnya, tapi perlu diperhatikan bahwa dengan lockdown justru bisa meningkatkan kasus seperti terjadi di Korea Selatan. Justru setelah dibuka, kasus malah menurun.

Saya baca ini tadi, ndilalah kebetulan jubir task force covid pemerintah juga menyampaikan yang sama.

Maksud saya, keputusan lockdown atau tidak itu memerlukan kajian yang mendalam dan cepat. Keramaian wacana di medsos bisa jadi hanya akan memperkeruh pikiran masyarakat.

Yang bisa kita lakukan di depan mata adalah meningkatkan sistem imun, mengurangi interaksi di publik, mengurangi potensi penyebaran dst yang dilakukan secara mandiri di masyarakat. Masyarakat harus menjadi "agen penyelamat" di tingkat keluarga dan lingkungannya.

Ayo sering cuci tangan, kalau sakit periksa ke fasyankes, kalau sakit dengan riwayat kontak atau pergi di area terdampak hubungi fasyankes dulu sebelun periksa. Kalau sakit pernafasan non-covid silakan beraktivitas di rumah, jangan keluar2 selain periksa ke fasyankes dan selalu gunakan masker.

Kalau ada yang sakit, kunjungi secara online aja. Kalau tidak penting amat, tidak usah ke rumah sakit. Sebaliknya, kalau sakit, khususnya pernafasan.. justru sebaiknya segera periksa.

Jangan lupa berdoa untuk kebaikan kita semua, sambil berpikir positif-solutif.

Sumber : Status facebook Alim

Monday, March 16, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: