Literatur Ilmu Al Qur'an

Ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat

Host : Ustadz, buku apa yang membahas tentang Al-Quran dan seluk beluknya? Mohon infonya.

Narsum : Ada banyak sebenarnya.

Host : Kalau kitab Mabahis fi Ulumil Quran itu sudah ada terjemahannya apa belum ya?

Narsum : Sudah, tapi saya tidak tahu apa versi terjemahan karya Manna' Al-Qaththan itu masih ada stoknya di toko buku. Sebab setahu saya sudah lama sekali diterjemahkan.

Host : Sayang sekali ya. Padahal kitab itu satu-satunya kitab rujukan dalam ilmu Al-Quran.

Narsum : Sebenarnya kitab itu bukan saru-satunya juga sih. Dr. Subhi Shalih juga punya, judulnya mirip yaitu Mabahis Fi Ulum Al-Quran.

Host : Oh gitu ya?

Narsum : Dan sebenarnya keduanya juga bukan rujukan utama dalam ilmu Al-Quran. Menurut Dr. Ahsin Sakho, Lc MA, keduanya lebih merupakan buku buat pelajar pemula, misalnya untuk kelas madrasah aliyah gitu lah.

Host : Wah baru tahu saya. Kirain kitab itu satu-satunya rujukan. Sebab rata-rata ustadz yang saya kenal kalau merujuk ilmu Al-Quran, pasti menyebut kitabnya Manna' Al-Qaththan itu. Lalu kitab apa yang bisa jadi rujukan utama tentang ilmu Al-Quran?

Narsum : Sebenarnya sepanjang sejarah Islam, sudah banyak sekali kitab yang membahas seluk-beluk Ilmu Al-Quran.

Yang paling terkenal adalah karya Imam As-Suyuti (w. 911 H). Beliau punya 500-an karya tulis, salah satunya di bidang ilmu Al-Quran adalah Al-Itqan fi Ulum Al-Quran (الإتقان في علوم القرآن). Beliau menyusun setidaknya ada 85 cabang ilmu Al-Quran.

Host : Wah, banyak juga cabangnya ya? Kapan-kapan kita bahas satu persatu ya. Terus ada lagi kitab apa lagi yang selain Al-Itqan itu?

Narsum : Dua abad sebelum masa As-Suyuti ada Az-Zarkasyi (w. 764 H) dengan kitabnya, Al-Burhan fi Ulum Al-Quran (البرهان في علوم القرآن). Beliau menyebutkan 45 cabang ilmu Al-Quran.

Host : Wah, keren-keren, ustadz.

Narsum : Ente jangan keren-keren dulu. Masih ada lagi nih.

Host : Masih ada? Waw.

Narsum : Seratusan tahun sebelumnya lagi ada As-Sakhawi (w. 643 H) yang juga menulis kitab tentang ilmu Al-Quran berjudul Jamal Al-Qurra'. (جمال القرآن)

Hampir sezaman, ada Abu Syamah (w. 665 H) yang menyusun kitab Al-Mursyid Al-Wajiz fi Ulum Tata'allaqu bil Quran Al-Aziz (المرشد الوجيز في علوم تتعلق بالقرآن العزيز).

Host : Ck ck ck mantab...

Narsum : Seabad sebelumnya, ada Ibnul Jauzi (w. 597 H) yang menyusun kitab Funun Al-Afnan fi 'Uyun Ulum Al-Quran (فنون الأقنان في عيون علوم القرآن).

Lalu hampir seratusan tahun sebelumnya sudah ada kitab ulumul Quran yang disusun oleh Abul Ma'ali (w. 494 H) bernama Al-Burhan fi Musykilat Al-Quran (البرهان في مشكلات القرآن).

Host : Wah banyak sekali ya, ustadz.

Narsum : Alhamdulillah, sejarah telah menjadikan kita kaya dengan warisan ilmu rujukan. Tinggal tugas kita hari ini yang paling sederhana dulu, yaitu bagaimana kita mengenali karya-karya emas itu sebagai bentuk apresiasi.

Selain itu tentu amat memalukan kalau sampai kita sebagai generasi muslim tidak mengenal karya-karya di bidang ilmu Al-Quran di atas.

Host : Betul sekali

Narsum : Jangan sampai kita sendiri yang malah mengubur literatur dan rujukan utama dalam bidang ilmu Al-Quran ini, karena keawaman kita dan kejahilan ilmu agama yang kita punya. Apalagi sampai merujuk kepada karya para orientalis yang merusak ilmu Al-Quran.

Host : Sepakat ustadz. Sepakat.

Narsum : Malu rasanya kalau belum apa-apa kita sok merasa pintar agama,padahal belum pernah baca kitab-kitab itu. Jangan jumawa merasa sudah jadi generasi qurani padahal ilmu Al-Quran masih belum melek.

Host : Btw, apakah semua kitab yang disebutkan tadi memang masih dijual di toko buku kayak bookfair gitu?

Narsum : Hmm, saya kurang yakin.

Host : Terus apakah kitab-kitab itu sudah punah atau bagaimana?

Narsum : Tidak juga. Justru di zaman canggih ini kita bisa download semua dengan gratis tanpa bayar, dan saat ini juga masuk ke komputer kita, baik versi Syamilah atau pdf.

Host : Luar biasa. Satu lagi pertanyaannya, tapi jangan diketawain ya. Apa semua kitab iti sudah ada terjemahannya. Afwan

Narsum : Fiuhhh (deep breath) no comment, lah.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat

Thursday, June 7, 2018 - 19:15
Kategori Rubrik: