LIPIA

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.MA

Banyak yang tidak percaya kalau saya lulusan LIPIA. Sebab nggak ada potongan wahabi-wahabinya. Malah banyak yang mengira saya lulusan Azhar Mesir.

Padahal tidak kurang 7 tahun saya kuliah di LIPIA paket lengkap, idad lughawi 2 tahun, takmili 1 tahun terus Syariah 4 tahun. Lulus tajun 2001.

Mungkin karena tulisan saya banyak yang rada keazhar-azharan.

Kenapa warna Azhar amat kentara meski saya kuliah di LIPIA?

Pertama :

Karena banyak dosen kami di LIPIA memang dari Azhar. LIPIA meski milik kerajaan Saudi Arabia, ternyata banyak mendatangkan dosen dari Azhar Mesir.

Saya masih ingat beberapa dosen LIPIA yang Azhari, diantaranya Dr. Atho Sya'ban, Dr Salim Salamah, Dr. Abdul Latif Asymawi, Dr. Abdrurrahim, Dr. Arif Al-Hijazi, Dr. Syihab An-Namir, Dr. Rasyid Rajjal, Dr. Abdullah, bahkan Dr. Ahmad Al-Khatam yang dari Sudan itu pun jebolan Azhar.

Termasuk yang terakhir meski saya sudah lulus, namun beliau pernah ke rumah saya, Dr. Murod Haidar.

Justru keberadaan dosen dari Azhar ini sempat bikin iri mahasiswa kita yang di Jamiah Islamiyah Madinah. Sebab dosen mereka rata-rata cuma orang Saudi saja. Yang pernah kuliah di LIPIA pasti tahu bedanya diajar dosen Azhar dibandingkan dosen Saudi.

Kedua :

Kenapa kuliah di LIPIA kok malah ngomongin fiqih dan mazhab? Bukankah LIPIA itu wahabi salafi?

Saya jawab gini : LIPIA ada 2 macam, yang resmi dan tidak resmi. Yang resmi LIPIA adalah fakultas Syariah, bukan Aqidah atau Ushuluddin, juga bukan Hadits. Hampir 40 tahun lamanya sejak berdiri di tahun 80-an, fakultasnya cuma Syariah. Baru belakangan ini saja dimunculkan fakultas lain seperti Bahasa Arab, Managemen, IAT dan lain-lain. Karena tuntutan legalitas dari Kemenag RI.

Jadi kalau lulusan S1 LIPIA kok ceramah aqidah, atau hadits, atau ngeruqyah, atau malah jadi motivator, atau bawa rombongan haji umroh, maka itu bukan ilmu yang didapat di LIPIA. Dapetnya mungkin dari tempat lain.

Ilmu yang resmi diajarkan di LIPIA adalah ilmu fiqih, ushul fiqih, tafsir, qawaid fiqhiyah, faraidh dan sejenisnya. Namanya fakultas Syariah itu ya pastinya belajar Fiqih. Belajar Fiqih itu pastinya mazhab, tidak ada fiqih yang tidak pakai mazhab. Dan jurusannya hanya ada satu, yaitu Perbandingan Mazhab.

Semua yang lulus S1 Syariah LIPIA pasti seragam pemahamannya tentang mazhab fiqih. Dan kita pelajari semuanya, keempat mazhab itu. Di LIPA tidak ada mata kuliah : manhaj salaf atau fiqih sunnah. Kalau mata kuliah tentang biorgrafi Syeikh Muhammad bin Abul Wahab memang ada. Nama mata kuliannya : Da'awat. Hanya 2 SKS dari keseluruhannya.

Jadi kalau ada lulusan LIPIA kok anti mazhab, memusuhi mazhab fiqih, kita cek dulu, jangan-jangan di LIPIA cuma belajar bahasa Arab doang. Tidak pernah kuliah S1 betulan.

Jangan-jangan cuma kuliah diploma bahasa Arab doang.
Atau di LIPIA cuma nongkrong di perpustakaan doang, gak masuk ruang kuliah. Atau cuma di parkiran, jagain motor mahasiswa. Atau cuma jualan di kantin. Atau jadi satpam, tukang AC, tukang ledeng, tukang sapu, OB, sopir.

Semua bisa ngaku pernah di LIPIA. Ini LIPIA juga, tapi bukan Fakultas Syariah Jurusan Perbandingan Mazhab.

Kalau benar-benar kuliah di LIPIA fakultas syariah, minimal punya sedikit respek pada mazhab fiqih. Minimal hormat pada Asy-Syafi'i, an-Nawawi, dan lainnya.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Tuesday, August 27, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: