Lindswell Bukan Muallaf

Ilustrasi

Oleh : Desrinda Syahfarin

Belakangan ini saya bolak balik baca kisah Lindswell Kwok yang baru-baru ini memutuskan mengikuti ajaran Islam, menjalankan segala kewajiban dalam Qur'an dari secara penampilan menutup rambutnya (kalau bagian dada dan lekuk tubuh sih dari dulu sudah cukup rapi ditutupi seragam olahraga wushu yang longgar) hingga insya Allah segala kewajiban shalat, puasa, zakat, berhaji jika mampu.

Yang agak mengusik saya adalah penyebutan Lindswell, bahkan oleh dirinya sendiri dalam sebuah wawancara yang tayang di YouTube, sebagai mu'allaf. Sebutan ini (biasanya ditulis "mualaf" di media) juga disematkan kepada yang lain yang baru memeluk agama Islam setelah sebelumnya mengikuti ajaran agama/kepercayaan lain.

Kenapa sih Lindswell masih disebut mualaf? Dalam At Taubah [9:60], kata mu'allaf sebenarnya merujuk kepada non-Muslim yang sedang dilunakkan hatinya agar mengikuti ajaran Islam sehingga berhak mendapatkan zakat selain fakir, miskin, amil zakat, memerdekakan budak, ibnu sabil dan mereka yang berhutang di jalan Allah.

Lindswell sudah bersyahadat khan? Berarti Muslimah dong, bukan mualaf lagi. Iya khan Ustadz Bagus Hariyono Ben Qohar?

Sumber : Status Facebook Desrinda Syahfarin

Tuesday, December 11, 2018 - 13:45
Kategori Rubrik: