Lima Negara Ini Belajar Ke Indonesia

Ilustrasi

Oleh : Wahyu Sutono

Setiap negara di dunia pasti berlomba untuk membangun infrakstruktur agar menjadi lebih baik, termasuk Indonesia yang prestasi di mata dunia cukup membanggakan. Terbukti dengan adanya sejumlah negara yang belajar banyak dari Indonesia.

1. India belajar penyelenggaraan haji

Delegasi India mengapresiasi sistem penyelenggaraan haji Indonesia. Komisi Haji India berdiskusi dengan pimpinan Daerah Kerja (Daker) Madinah mengenai makanan, tranportasi, dan kesehatan. Indonesia dinilai mampu mengelola jemaah haji dalam jumlah besar dengan sistem yang baik.

Ada kesamaan penyelenggaraan haji antara India dengan Indonesia. Menurut Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Muhammad Khanif, kesamaan itu adalah sistem masa tinggal mencapai 40 hingga 42 hari di Arab Saudi, hingga penggunaan tempat pemondokan baik jemaah maupun petugas yang sama-sama menggunakan sistem sewa.

2. Malaysia belajar perkeretaapian Indonesia

Hal ini ditunjukkan dari kunjungan Kereta Api Tanah Melayu Berhad (KTMB) ke PT KAI beberapa waktu lalu. Mereka berkunjung ke DAOP 1 Jakarta, DAOP 2 Bandung, DAOP 6 Yogyakarta.

KTMB diberikan beberapa bekal dari PT KAI, seperti pelatihan-pelatihan yang dilakukan di Pusdiklat Ir. H. Djuanda tentang manajerial, simulator persinyalan, proses diklat mahasiswa PT KAI, sistem operasional perjalanan kereta api, dan melihat proses perawatan lokomotif.

3. Australia belajar penanganan terorisme

Penanganan terorisme di Indonesia juga membuat kagum negara di dunia, salah satunya Australia. Kepala Kepolisan Federal Australia (Australian Federal Police/AFP Commissioner), Adrew Colvin, terkesan dengan cara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menangani terorisme di Tanah Air. Bahkan ia menanyakan cara penanggulangan yang dilakukan BNPT.

Kepada Adrew Colvin, dia menyampaikan, penggunaan pola hard approachment itu tidaklah menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, BNPT selama ini selalu mengedepankan pola soft approach.

4. Afghanistan belajar cara memerangi korupsi

Menteri Kehakiman Afghanistan Abdul Nasser Haidari berkunjung ke KPK. Dia bersama rakyat Afghanistan berharap dengan kedatangan ini dapat memerangi korupsi.

Abdul membeberkan alasan memilih belajar kepada KPK untuk memerangi korupsi. Salah satunya karena laporan PBB sering sebut Indonesia sukses lawan korupsi melalui KPK, dan kita juga punya hubungan dekat dengan Indonesia dan tentang sekitar 5 hingga 15 tahun koruptor ditangkap dan dipenjara.

5. Nigeria belajar pembangunan desa

Delegasi Nigeria berkunjung ke Indonesia dalam rangka studi banding percepatan pembangunan desa dan pengentasan kemiskinan dalam kerangka South South Cooperation (Kerja sama Selatan-Selatan). Saat itu Nigeria sedang melaksanakan Proyek Pengembangan Masyarakat dan Sosial.

Para delegasi nantinya dapat saling bertukar pengetahuan dan wawasan serta belajar langsung dari para pelaku pembangunan pedesaan. Salah satu yang bisa dijadikan contoh adalah program Generasi Sehat Cerdas (GSC) dengan bentuk intervensi kebutuhan sosial dasar dan kesehatan masyarakat desa.

"Salam NKRI Gemilang"

Sumber : Status Facebook Wahyu Sutono

Wednesday, October 31, 2018 - 11:45
Kategori Rubrik: