Lik Parmin Koruptor Stadium 4

Oleh: Sunardian Wirodono

 

Pidato paling keren Prabowo; Korupsi di Indonesia, ibarat penyakit kanker, sudah mencapai stadium 4. Kenapa keren? Karena yang menyampaikan Prabowo, mantan ini dan itu, mantan capres yang nyapres lagi, dan mantan Titiek. Kalau yang ngomong Lik Parmin, mantan tukang becak di kampung saya, Kricak Kidul, Yogyakarta, pasti tidak menarik.

 

 

Barulah menarik, dan menakjubkan, ketika Lik Parmin membentangkan deretan data; Siapa yang melakukan korupsi selama ini, dan belum terjamah hukum Indonesia? Siapa saja yang aktif melakukan korupsi selama ini, atau selama Jokowi 4 tahun jadi Presiden? Apakah dirinya, menteri, anggota DPR, ketua partai, gubernur, bupati, walikota? Dari partai politik mana saja?

Lantas bagaimana ketika Gus Tommy Soeharto mengatakan tingkat korupsi di Indonesia marak di jaman pemerintahan Jokowi? Bukankah ini tanda Presiden gagal? Karena itu, Fahri Hamzah bersabda, Jokowi harus bertanggung jawab?

Semua memang salah Jokowi. Sejak Jokowi menjadi presiden. Mau di bawa ke mana Indonesia, tukang meubel jadi presiden? Petruk dadi Ratu? Kan Petruk mesti operasi kelamin, karena tidak menjadi Raja! Maka kemudian Fadli Zon mengatakan; Bahwa situasi sekarang semakin susah dan sulit.

Salah satu ketua KPK berkata, jika pegawai KPK memadai, tiap hari bisa terjadi OTT. Makin banyak pejabat pemerintahan masuk penjara. Pertanyaannya, kenapa pegawai KPK tidak ditambah? Kenapa justeru sebagian besar anggota DPR-RI, juga Kepolisian RI, menginginkan KPK lemah atau bubar? Mengapa lembaga ini untuk melakukan penyadapan harus ijin dulu ke pengadilan?

Demikian pula, bagaimana mungkin para hakim, juga jaksa, ketangkep OTT? Bagaimana hakim-hakim memberi hukuman ringan para koruptor? Bagaimana korupsi dilakukan oleh para terhormat? Kurang beragama apa yang namanya Menteri Agama Suryadharma Ali menjadi napi korupsi?

Salah Jokowi bukan semua itu? Termasuk bagaimana para konglomerat hitam maupun putih, geram pada Jokowi, yang menghilangkan sumber-sumber duit dari Petral, Freeport, Blok Rokan, Ambalat, dan lain sebagainya? Ini benar jaman sulit, seperti kata Fadli Zon. Karena yang dulu kaya-raya sebagai calo proyek, kini gigit jari karena Jokowi.

Mau melakukan revolusi mental lewat android di tangan? Googling data, jejak digital atau track record Tommy Soeharto, Prabowo cum suis, Kita lihat siapa bermain di sana, apa saja bentuk permainannya, dari perusahaannya di dalam dan luar negeri, kasus pajaknya, penyimpanan duitnya, dan seterusnya. Senyampang itu Presiden yang ditawan sistem quasi parlementer, dikepung berbagai kepentingan kiri-kanan, atas-bawah, dari yang sok anti korupsi?

Mungkin ini stadium 5, atau 6, atau lebih. Tapi siapa yang bermain? Apa sebabnya? Lik Parmin, tukang becak di kampung saya, tak bisa menguraikannya di sini.

 

(Sumber: Facebook Sunardian W)

Friday, November 30, 2018 - 15:45
Kategori Rubrik: