Liberal

Oleh: Erizeli Bandaro
 

Liberal itu kalau diartikan adalah bebas. Liberalisme adalah paham kebebasan berpikir. Dalam kata lain ada juga dengan istilah Free will. Bebas atas keinginan. Kalimat ini biasanya di sandingkan dengan free to choose. Paham ini berangkat dari revolusi francis dan kemudian revolusi industri dengan ditandai semakin mendapat tempat pahamnya kapitalis.Menjadi kontroversial ketika munculnya paham neoliberal yang tidak ingin negara terlalu mengurus soal privasi orang, khususnya pasar termasuk kebebasan memilih idiologi atau tidak memilih.

Apakah liberal salah ? Tentu tidak. Mengapa ? Adam dan hawa tadinya setelah di ciptakan Tuhan , ditempatkan di sorga tanpa perlu mikir untuk mendapatkan apa saja yang dia inginkan. Semua tersedia dan tugas Adam dan hawa hanya bersyukur kepada Allah. Namun datanglah takdir Allah dengan kehadiran Iblis memprovokasi Adam dan Hawa bahwa eksistensi manusia itu adalah free will atau kebebasan. Mengapa harus di larang memakan buah qulbi? Inikan aneh ? Allah menciptakan manusia berbeda dengan makhluk lain dan istimewa karena sifat kebebasan itu sendiri. Mengapa ini dilarang ? apalagi hanya untuk buah dari pohon?

Singkat cerita Adam tergoda atas provokasi iblis tersebut dan berlakulah takdir bagi Adam dan hawa bahwa ketika dia menggunakan haknya sebagai mahkhluk free will maka saat itu juga dia keluar dari fasilitas sorga dimana tidak ada yang gratis. Semua hal yang berkaitan dengan keinginannya harus dia perjuangkan. Saat itulah Hukum sunatullah berlaku bagi manusia. You do something you get something. You do nothing but you need something..you just beggar.

Apakah adam dan hawa mampu? tidak perlu kawatir. Allah maha segalanya termasuk skenario ini. Pada Adam ada akal untuk berpikir dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Agar Adam tidak lemah menghadapi resiko maka Allah lengkapi dengan nafsu.Agar Adam kuat dalam kesabaran maka Allah beri perasaan cinta. Agar Adam tetap tidak jauh dari Allah maka Allah menunjukan jalan kebenaran lewat bahasa qalbu dan kemudian agama di perkenalkan lewat para rasul agar manusia tahu jalan pulang.

Tidak ada yang salah dengan liberal atau free will.Karena ini adalah takdir manusia agar manusia menggunakan akal dan hatinya untuk mengendalikan nafsu dan menempatkan cinta untuk kedamaian. Karenanya agama yang melarang kebebasan berpikir dengan taqlik buta adalah agama yang melawan takdir manusia itu sendiri. Agama seharusnya tidak membuat manusia takut terhadap dampak kebebasan berpikir tapi bagaimana manusia semakin teruji keimanannya untuk berinteraksi dengan siapapun tanpa inferior complex karena perbedaan yang ada. Bukankah tidak disebut beriman sebelum di uji.

Memaksakan keseragaman berpikir adalah utopia dan tidak akan pernah berhasil. Mengapa ? ya takdirnya manusia memang free will..mau gimana lagi..Engga suka.? Mau salahkan Tuhan?

 

(Sumber: Facebook Erizeli)

Wednesday, May 11, 2016 - 21:30
Kategori Rubrik: