Lewat Borobudur, Jokowi Tembus Peradaban Dunia

Oleh : Ricky Vinando

Jakarta dan Solo tidak ada peradaban dunia. Karena tidak ada peradaban dunia Candi dalam hal ini candi Buddha terbesar di Indonesia, Jokowi akhirnya mengunjungi Candi Borobudur. Di Candi Borobudur Jokowi menghabiskan waktu singkatnya menikmati keindahan salah satu peninggalan budaya yang juga salah satu peradabana manusia tertua di dunia. Bagi Jokowi, Memasuki Candi Borobudur, sama dengan memasuki peradaban dunia . Di sana harmoni peradaban dunia dapat disaksikan dengan sempurna. Kunjungan Jokowi ke Candi Borobudur adalah kunjungan ke peradaban yang sesungguhnya.

 Kunjungan itu bukan kunjungan biasa. Ini adalah kunjungan ke salah satu peradaban manusia tertua di dunia. Karena Jokowi dapat melihat dengan sempurna Candi Borobudur yang juga Candi Buddha terbesar di Indonesia ini. Jokowi rela menghabiskan menghabiskan waktunya demi melihat salah satu peradaban dunia ini.

 Hampir setengah hari , Jokowi menikmati keindahan Candi Borobudur yang sungguh mempesona wisatawan asing yang terus datang mengunjungi Candi Borobudur. Di Candi Borobudur, Jokowi dapat menyatu dengan salah satu peradaban budaya dan dunia yang tertua. Dari sanalah ide dan masa depan dunia pariwisata Indonesia yang akan dimulai dibangunnya. Ini adalah yang pertama kalinya Jokowi masuk ke peradaban dunia, Candi Borobudur. Sungguh maha dahsyat bagi Jokowi. Di Candi Borobudur, kegemilangan intelektualitas Jokowi terus bergemilang. Sebagai seorang kepala negara pertemuan Jokowi dengan Candi Borobudur, ibarat pertemuan Jokowi dengan peradaban manusia yang sesungguhnya.

Tentu kunjungan Jokowi ke Candi Borobudur bukan hanya itu jaloan-jaolan biasa, melainkan Jokowi memiliki keinginan besar untuk menyihir jutaan wisatawan asing dan lokal agar mengunjungi salah satu peradaban kuno yang dimiliki Indonesia ini. Bagi Jokowi menata ulang Candi Borobudur sama dengannya ia menghargai salah satu warisan budaya Indonesia. Bagi Jokowi, Candi Borobudur memiliki potensi yang amat luar baisa sehingga Jokowi pun memutuskan untuk masuk ke dalam peradaban manusia dan budaya yang tertua di Indonesia. Jokowi sungguh berbeda dengan rezim-rezim sebelumnya. Bagi Jokowi mengembangkan Candi Borobudur adalah sebuah keniscayaan karena Jokowi percaya akan wairsan budaya ini mampu membuat Indonesia berubah dan berbenah menyangkut aspek pariwisata dalam negeri.

Candi yang merupakan sebuah bangunan keagamaan tempat peninggalan purbakala yang berasal dari peradaban Hindu-Buddha, yang mana bangunan ini digunakan sebagai tempat untuk pemujaan dewa-dewi maupun Buddha. Tentu bagi Jokowi yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai pluralisme ini membuatnya semakin bersemangat membangun kembali peradaban manusia dari Jakarta. Dari Jakakrta Jokowi selalu bisa menginstruksikan Menteri Pariwisata, Arief Yahya agar membangun kembali dan menyempurnakan ulang salah satu peradaban peninggalan purbakala tersebut.

Kunjungan Jokowi ke Candi Borobudrur menunjukan betapa Jokowi sangat menghargai peninggalan purbakala yang mungkin bagi sebagian pemimpin purbakala adalah urusan dengan hal-hal yang kuno. Namun hal itu tidak berlaku bagi Jokowi, bagi Jokowi peninggalan purbakala harus tetap dirawat, dijaga dan dipercantik, karena itulah peninggalan sejarah yang sesungguhnya yang harus dirawat baik-baik agar nilai-nilai sejarahnya masih tetap melekat atau bahkan sangat melekat.

Setelah puas melihat salah satu peradaban dunia tertua di dunia ini, Kemudian Jokowi menggelar rapat dengan pihak-pihak terkait , dan Jokowi pun memutuskan untuk membentuk Badan Otoritas Pariwisata Borobudur. Dan Jokowi pun menginstruksikan agatr dibangun infrastruktur menuju Candi Borobudur agar makin menarik minat wisatawan asing maupun lokal untuk mengunjungi salah satu peninggalana sejarah ini. Bahkan investasi sebesar 20 Trilun pun disipakan untuk menjadikan Candi Borobudur sebagai tempat utama kunjungan wisatawan, yang mana dana sebesar itu diperuntukan untuk pembangunan hotel, retoran , jalan, dll. Ini adalah bagian dari upayanya untuk mengubah dan menata ulang Candi Borobudur yang selama ini kurang diperhatikan oleh rezim-rezim sebelum Jokowi. Jokowi menghargai betul Candi Buddha yang juga salah satu peradaban dunia tertua ini, Jokowi tak mau melihat peradaban dunia ini menjadi tidak terawat.

Jokowi akhirnya meminta pihak terkait, terutama Menteri Pariwisata, Arief Yahya untuk mengembangkan potensi besar yang tersimpan di Candi Borobudur. Ya, potensi besar itu adalah menyihir ratusan atau bahkan jutaan atau bahkan puluhan juta wisatawan asing agar datang dan melihat salah satu peradaban dunia yang baru saja dikunjungi oleh Jokowi.

‘’Berkaitan dengan akseptabilitas, terintegritasi dengan kawasan wisata yang lain, seperti Prambanan, yang juga warisan budaya,’’ kata Jokowi saat berada di salah satu perdaban tertua manusia dan budaya pada Jumat (29/01/2016) Sebagaimana yang dikutip dari laman CNNIndonesia. Meskipun itu untuk umum tapi bintang 4. Tapi juga dirawat, dikontrol. Standar-standar itu yang kita inginkan, kata Jokowi, sebagaimana dikutip juga dari laman CNNIndonesia.

Melihat begitu besar potensi Candi Borobudur membuat Jokowi makin tidak tahan untuk segera dan secepat mungkin mengundang sebanyak-banyaknya wisawatan asing untuk mengunjungi salah satu peradaban tertua budaya dan manusia yang dimiliki Indonesia ini. Bagi Jokowi, untuk dapat mengundang sebanyak-banyaknya wisatawan asing maupun lokal Jokowi juga meminta pihak pengelola untuk menyiapakan koreografi yang baik. Koreografernya pun harus berkualitas tinggi dan dipilih dengan kurasi agar makin banyak lagi wisatawan asing maupun lokal datang dan menikmati keindahan an kemegahan salah satu peradaban tertua manusia ini.

Berdasarkan data yang pernah dirilis Kementrian Pariwisata pada 2014 lalu, jumlah wisatawan asing yang datang dan menikamti salah satu peradaban tertua ini hanya mencapai 250.0000 orang. Negara yang paling banyak tersihir dan datang untuk menikmati indahnya salah satu perdabana manusia ini adalah Malaysia, Taiwan, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Hongkong, Belanda, Jerman, Berunei Darusalam, dan China. Sedangkan kunjungan wisatawan lokal pada 2014 menembus angka 2,2 juta pengunjung. Dan data lain menyebutkan bahwa pada 2015, jumlah kunjungan wisatawan asing yang datang dan menikmati indahnya Candi Borobudur meningkat. Jumlahnya mencapai 5,67 juta orang dengan wisatawan mancanegara sebanyak 466.935 orang. Dan pada 2019 ditaget mencapai 7 juta kunjungan wisatawan. Baik lokal maupun mancanegara.

 Sumber : Kompasiana

Saturday, February 6, 2016 - 10:15
Kategori Rubrik: