Lelucon Unicorn

ilustrasi

Oleh : Rani Rahmani Moediarta

Terus terang, aku juga belum lama tahu tentang Unicorn, Decacorn, dst. Tahu cuma secuil dari ngobrol dengan anak muda tajir keturunan Indonesia yang tinggal di Amrik. Aku pernah ditraktir makan malam di resort yang diinapinya dekat rumahku.

Dengan lugunya waktu itu aku bertanya. "Kamu bahkan udah pernah jadi orang terkaya no.4 di Amerika yang berusia di bawah 40 tahun. Kini duitmu makin numpuk. Terus kerjamu apa sehari-hari?"

Selain masak, baca, nulis novel (iya beneran!), main musik, dia menyebutkan bahwa dia bikin start-up bussiness. What the hell is that!

Dengan sabar dia jelaskan panjang lebar dan termasuk nyebut Unicorn. Decacorn. ... dan juga ... apa ya, ... "popcorn" gitu ....? Nggak jelas-jelas amat buatku karena ia menyertakan angka. Dan aku lemah sekali mengingat angka.

Dasar gaptek. Dia udah jelaskan pelan-pelan pun, aku tak paham amat. Cuma ngerti secara umum. Barulah setelah debat tadi malam, kita pun jadi ngeh apa itu Unicorn dan kakak-kakaknya yang lebih besar lagi. Banyak sudah yang mengunggah penjelasannya.

Soal bisnis-bisnis --Corns itu ... aku tak paham amat. Cuma mau bilang: Perubahan itu niscaya, Bung. Rendah hati itu modal kita untuk beradaptasi.

Kalaulah ada yang akan punah, ya sudah pasti yang duluan punah adalah ia yang tidak mau dan tidak mampu beradaptasi. Ia yang macam kuda bukan unicorn, berjalan serasa gagah dengan kacamata sinisnya yang hanya melihat lurus ke depan, sesekali merutuki jalan di belakang; tak sudi noleh kanan kiri untuk mengakui dan mengapresiasi juga orang lain dan perubahan-perubahan yang terpampang begitu gamblang. Ia hanya yakin sampai mati bahwa hanya pikirannya dan hanya pikirannya sajalah kebenaran abadi.

Tidak mau punah secara virtual dan kenyataan? Mari berendah hati. Mari melembutkan hati. Mari belajar jadi yang manis sajalah ketimbang sinis tiada guna, agar sadar bahwa kita hanya debu semesta dan di atas langit masih ada langit dan bila kita mau membuka mata, mungkin ada unicorn terbang melintas. ....

Sumber : Status Facebook Rani Rahmani Moediarta

Tuesday, February 19, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: