Lelaki yang Bersujud

ilustrasi

Oleh : Herry Tjahjono

Mungkin sebagian orang yang membencinya akan mencibir melihat adegan sujud lelaki ini di depan ibunya.

Namun dia adalah lelaki yang tak hidup dari kicauan mulut orang lain. Penghinaan setajam siletpun mungkin melukainya sesaat, namun dalam sekejap - dia sudah bisa tersenyum.

Orang ini adalah lelaki yang bersujud. Sujud bukan hanya dalam doa-doanya, atau di depan kaki ibunya - tapi juga dalam kerendahan hatinya.

Kerendahan hati itu juga sujudnya. Maka dia bersujud di depan guru-guru. Dia bersujud di depan petani. Dia bersujud di depan seniornya. Bahkan dia bersujud ketika berjumpa lawannya.

Dia adalah lelaki yang bersujud. Pada muaranya dia bersujud di depan rakyatnya. Seribu luka fitnah tak mampu menghentikan sujudnya di depan rakyat - dalam persembahan seribu karya.

Sejuta tetes keringat dan air mata tak sanggup menahan kepalanya untuk bersujud di depan ibu pertiwi - dalam pertaruhan hidupnya menjaga negeri.

Dia lelaki yang bersujud, yang pada puncaknya - hanya mulutnya yang berbisik lirih :

"Kalau saya tak sanggup, saya serahkan pada-Nya."

Dia lelaki yang bersujud, lelaki yang berserah.....untuk rakyatnya.

-HT-

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Sunday, October 6, 2019 - 11:15
Kategori Rubrik: