Lebih Baik Mana, Batik untuk Shalat atau Gamis untuk Demo?

Oleh : Abdullah Alawi

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj Islam Nusantara adalah Islam yang dibangun di atas budaya. Budaya dipertahankan, bahkan diperkuat sebagai penyangga agama. Makanya NU mempertahankan batik, misalnya, sebagai warisan budaya bangsa ini, yang bisa digunakan untuk shalat.

“Sarung, batik, itu budaya, kan untuk shalat, bagus, kan? Itu adalah budaya untuk agama.” tanyanya  Halal Bihalal dan Sarasehan Netizen NU di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Rabu (12/7) sore.

Lalu bagaimana dengan gamis yang digunakan untuk demonstrasi. Menurut kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo, dan Krapyak, serta di Ummul Qurra Arab Saudi, berarti itu adalah simbol agama untuk politik, kepentingan sesaat. Namun, gamis untuk shalat itu baik.

“Yang benar adalah budaya untuk agama, politik untuk agama, bisnis untuk agama, boleh. Jangan agama untuk politik,” katanya.

Ia menjelaskan dengan begitu seseorang yang berbisnis berarti sebagian hartanya akan disisihkan untuk agama. Seorang politikus akan menggunakan partainya untuk memperjuangkan agama.

 

Sumber : muslimoderat.

Thursday, July 13, 2017 - 09:45
Kategori Rubrik: