Lebaran, Hoax Turun

ilustrasi

Oleh : Muhammad Jawy

Saya melihat, momen lebaran ini tidak disertai dengan maraknya penyebaran hoax di media sosial. Malah sebaliknya, jumlahnya turun. Memang ada laporan dari beberapa rekan, momen silaturahmi ada yang disertai dengan penyebaran hoaks dari mulut ke mulut. Apa yang mereka dapatkan di group WA sebelumnya, menjadi bahan bahasan ketika saling bertemu.

Namun lebaran ini topik hoaks tidak sebanyak seperti ketika bulan Ramadhan, dimana hoaks masih menggila, tak berhenti sejak Pemilu 2019 dilaksanakan.

Beberapa hoaks yang sempat saya ulas di RRI Pro 3 kemarin, seperti hoaks kecelakaan karambol yang konon karena mendadak satu arah dibuka menjadi dua arah di Tol Pemalang. Faktanya tidak demikian, hal itu terjadi di Semarang, dan penyebabnya karena pengemudi truk yang gagal mengendalikan kendaraannya, sehingga menabrak sejumlah kendaraan lain.

Atau foto kecelakaan dua mobil Avanza dan Jazz yang nyebur sawah, disatirekan seolah itu mobil pendukung Prabowo yang memilih lewat sawah ketimbang masuk jalan tol. Ya meski satire, nampaknya ada juga yang termakan judul editan itu. Sampai hostnya pun ngakak baca yang ini.

Ada juga terkait foto KTP yang disebut sebagai teroris bom bunuh diri di Solo sebelum lebaran kemarin. Padahal itu foto pelaku bom bunuh diri di Solo tahun 2016 lalu.

Harga tiket kereta 1.5 juta dari Jakarta-Surabaya juga sempat menjadi issue. Padahal memang ia tiket harga kereta Argo Bromo Anggrek kelas luxury yang memang dibuat KAI dengan fasilitas sangat mewah. Sedangkan untuk kelas eksekutif, harganya masih wajar.

Saya berharap ke depan, tren penurunan hoaks ini bisa berlanjut. Supaya medsos bisa kembali dimanfaatkan untuk hal yang lebih menggembirakan, meningkatkan pengetahuan, ekonomi dan berat badan. Ehh...

Sumber : Status Facebook Muhammad Jawy

Sunday, June 9, 2019 - 18:30
Kategori Rubrik: