Lawakan Kelompok Islam Ngacenger

Oleh: Sumanto Al Qurtuby

 

Kok bisa ya kelompok Islam ngacenger itu begitu setia dan gigih mendukung Prabowo dan Sandi? Padahal sejak zaman bahulela mereka gembar-gembor kalau Indonesia yang mayoritas Muslim itu membutuhkan sosok pemimpin negara yang Muslim Islami bin syar'i bin relijies. 

Coba kalian pikirkan dengan tempo singkat saja: dari mana keislamian, kesyar'ian, atau kerelijiesan Prabowo dan Sandi? Dari "potongan" fisik mereka saja sudah ketahuan "kenominalan" mereka berdua. 

 

 

 

Mereka ngggak bisa Bahasa Arab; mereka nggak bisa membaca Al-Qur'an dengan benar, fasih dan tartil apalag membaca kitab kuning Arab gundul; mereka nggak pernah belajar Islam di madrasah; mereka nggak pernah ngaji di pesantren; mereka bahkan mungkin nggak bisa salat dengan bener; bahkan makai peci aja nggak pas...

Lalu dari mana keislamian dan kesyar'ian Om Wowo dan Sandi? Tapi kok bisa rombongan Islam ngacenger itu membela mereka berdua sampai kepentut-pentut? 

Padahal lagi, Pak Prabowo sudah "menghianati" mereka, tidak mendengarkan ocehan mereka, tidak menggubris "ijtima ulama" mereka yang konon Tuhan meminta Prabowo milih cawapres ulama. 

Buat saya sih nggak masalah karena dari dulu saya mengatakan siapa saja asal warga negara Indonesia boleh dan berhak dan dijamin oleh Undang-Undang untuk mencalonkan diri sebagai presiden, wapres, gub, wagub, bupati, walikota, dan seterusnya. Tak peduli mereka beretnis Cina kek, Arab kek, Batak kek, Ambon kek...Tak peduli mereka Kristen kek, Yahudi kek, Budha kek, Hindu kek...

Tapi buat kelompok Islam ngecanger yang sok keislam-islaman ini tentu saja terasa aneh. Tapi ya jangan terlalu tegang dan sepanenglah karena sejatinya mereka itu sedang bermain ketoprak humor atau sedang mementaskan film komedi. Buat lucu-lucuan saja. 

Kalian yang otaknya waras serta memiliki akal sehat dan hati nurani yang jernih tentu akan tahu kalau tingkah-polah mereka itu sejatinya bukan untuk memperjuangkan Islam dan agama, apalagi Tuhan, tetapi untuk memperjuangkan kekuasaan. 

Dimana-mana orang yang sudah ngaceng pasti gelap mata, termasuk orang-orang yang ngaceng kekuasaan seperti mereka ini. Karena gelap mata, maka siapun atau bahkan apapun akan mereka dukung kalau si calon kelak dikhayalkan atau diasumsikan bisa menjadi saluran syahwat politik-kekuasaan mereka yang sudah memuncak sampai di ubun-ubun mau orgasme tapi selalu gagal nggak bisa-bisa. Padahal mereka sudah ngaceng sejak 2014!

 

(Sumber: Facebook Sumanto Al Qurtuby)

Tuesday, September 18, 2018 - 17:45
Kategori Rubrik: