Laut Indonesia Bakal dijaga 500 Kapal Patroli

Ilustrasi

Batam (RI) – Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menargetkan para penjaga keamanan laut Indonesia akan memiliki 500 kapal patroli. Hal itu sebagai upaya mengamankan laut Indonesia baik dari keamanan maupun nelayan dari luar yang masuk Indonesia tanpa ijin.

Target tersebut juga merupakan implementasi program kemaritiman yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Adapun ke 500 kapal patrol dalam berbagai ukuran itu akan digunakan oleh Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP). "Saat ini sudah ada 232 unit, namun rata-rata ukurannya kecil. Hingga lima tahun kedepan akan terus ditambah termasuk yang besar hingga jumlah idealnya 500 unit," kata Jonan di Tanjung Uban, Pulau Bintan, Kepri, Sabtu (17/10/2015).

Tambahan itu 100 unit ukuran kapal patrol kelas satu (60 meter), kemudian 150-200 unit kelas dua hingga lima (ukuran 42 meter atau lebih kecil). "Sehingga untuk patroli sipil bisa lebih baik lagi. Saat ini banyak wilayah belum bisa rutin dilakukan patroli mengingat kapal terbatas," kata Jonan.

Sebetulnya kebutuhan kapal jauh lebih banyak dengan luas laut di Indonesia. Wilayah yang jarang dilalui patroli, kata Jonan, di antaranya pesisir barat Pulau Sumatera.

"Nanti kalau kapalnya sudah bertambah khususnya yang besar, patroli harus dilakukan pada seluruh wilayah. Termasuk pesisir barat (Pulau Sumatera)," tambah mantan Dirut PT KAI. Untuk personel KPLP, bila ada kekurangan bsa minta dukungan petugas dari TNI AL.

"Kami kan terus melakukan perekrutan anggota sipil. Namun jika kurang, akan minta BKO TNI AL. Itu memungkinkan untuk dilakukan," kata Jonan. (Antara)
 

Tuesday, October 20, 2015 - 07:00