Lapindo Brantas Belum Punya Izin Pengeboran

 

REDAKSIINDONESIA – Beberapa hari lalu beredar kabar Lapondo Brantas Inc akan melakukan pengeboran di Sumur Tanggulangin 1, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. Lokasi yang dipilih  ternyata tak jauh dari pusat semburan lumpur panas Lapindo di Porong.

Sebenarnya apa yang sedang direncanakan Lapindo Brantas? Apakah mereka sudah melupakan kesalahan pengeboran hampir sepuluh tahun yang lalu? Masih segar dalam ingatan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar Kecamatan Porong, Tanggulangin dan Jabon, akibat kesalahan fatal Lapindo Brantas, tak kurang dari 800.000 hektare wilayah mereka terendam lumpur.

Apakah Lapindo Brantas sedemikian entengnya dan merasa tidak bersalah sehingga berencana kembali melakukan pengeboran demi mereguk keuntungan? Rasanya mudah sekali Lapindo Brantas beralasan pengeboran yang dilakukan untuk mencari dana talangan bagi Koran lumpur Lapindo.

Tentu peristiwa 29 Mei 2006 lalu tak akan lepas dari ingatan masyarakat, terutama bagi mereka yang menjadi korban. Trauma mendalam atas tenggelamnya kampung mereka oleh lautan lumpur masih menghantui. Tragedi lumpur Lapindo nyata-nyata telah menghancurkan kehidupan masyarakat di lebih dari 15 desa dengan tak kurang dari 75 ribu jiwa terusir dari kampung halamannya. Bahkan sampai sekarang penyelesaian masalah belum tuntas.

Jarak antara lokasi lama dengan baru hanya 2,5 km, tak ayal menimbulkan rasa was-was dan khawatir yang amat sangat bagi warga yang tinggal di sana. 

Lapindo Brantas boleh berencana, tetapi Pemerintah pastilah tidak tinggal diam. Apalagi sampai saat ini menurut penuturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said,  perusahaan minyak dan gas Lapindo Brantas Inc belum mendapatkan izin beroperasi kembali dari SKK Migas.

Lapindo masih belum mendapat 'clearence' (izin) dari SKK Migas, apalagi Dirjen Migas, dan  pihaknya sudah meminta ke SKK Migas untuk menghentikan kegiatan supaya masyarakat tidak terganggu. 

Masih menurut Sudirman, Lapindo untuk beroperasi kembali perlu ada dua aspek, yakni aspek teknis dan aspek sosial ekonomi lingkungan. Misalnya secara teknis Lapindo mengatakan aman, tapi kan usaha itu harus memerhatikan aspek-aspek lain. Tugas pemerintah menjaga agar seluruh aspek itu terjaga dengan baik.

Untuk itu, secara teknis, kerja-kerja Lapindo Brantas perlu mendapatkan perhatian agar tidak melakukan pengeboran di wilayah yang dekat dengan pemukiman.

Kalau memang perusahaan milik Bakrie tersebut ingin melakukan pengeboran, hendaknya memilih lokasi sumur yang berjauhan dengan pemukiman. Karena mereka mempunyai sumur-sumur yang berada di wilayah perairan, akan lebih aman dibandingkan dengan sumur yang berada di sekitar tempat tinggal penduduk.

 

Sumber: antaranews.com

 

Wednesday, January 13, 2016 - 22:30
Kategori Rubrik: