Lapas Koruptor Nan Mewah Itu Sukamiskin Atau Sukakaya?!

Oleh: Wahyu Sutono

 

Lapas Klas 1 Sukamiskin di Kota Bandung menjadi salah satu penjara yang kerap menjadi sorotan. Terlebih setelah lapas yang pernah dihuni Soekarno ini ditetapkan sebagai penjara khusus 'Koruptor" sejak 2012 silam.

 

 

Sejak berfungsi sebagai lapas koruptor, cukup banyak perubahan yang dilakukan. Mulai dari penambahan pengamanan hingga sejumlah fasilitas baru yang mungkin tidak akan ditemukan di penjara manapun di Indonesia.

Salah satunya adalah saung 'elite' yang pernah menjadi sorotan beberapa waktu lalu, lantaran disebut-sebut tampil mewah. Saung itu kerap dipergunakan para narapidana untuk berjumpa keluarga dan kolega sambil menikmati sajian makan-minum dan menggelar aneka acara.

Dari segi lahan parkir, Sukamiskin yang paling luas. Begitu juga dengan kendaraan yang terparkir akan dengan mudah ditemukan sejumlah mobil mewah. Itu bisa saja terjadi karena yang menjenguk adalah keluarga atau kolega koruptor dengan harta di atas rata-rata.

Namun dengan tertangkapnya Wahid Husen sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, menguak langgengnya jual beli sel sebagai 'kamar hotel'. Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan tarif sel mewah berkisar Rp 200 hingga Rp 500 juta.

Selain memberi pelayanan tambahan di sel narapidana, Saut mengatakan ada perlakuan diskriminasi yang didapatkan antara narapidana korupsi dengan narapidana umum. Saut mengatakan, narapidana bisa keluar masuk Lapas jika memberikan uang pelicin.

Diketahui, tertangkapnya Wahid bersamaan dengan staf nya bernama Hendry Saputra. KPK juga mengamankan narapidana pidana umum penghubung Fahmi Darmawansyah mendapat fasilitas mewah, Andri Rahmat. Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus suap.

Terhadap Wahid dan Hendry sebagai penerima disangkakan telah melanggar Pasal 12 a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi dan atau Pasal 12 B Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara Fahmi dan Andri sebagai pemberi suap disangkakan telah melanggar Pasal 5 Ayat 1 a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Hallo Pak Menteri apa kabar? Ini Lapas Sukamiskin atau SukaKaya?

 

(Sumber: Facebook Wahyu Sutono)

Sunday, July 22, 2018 - 21:45
Kategori Rubrik: