Lantas Bedakah PKS dengan Wahabi?

Ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Orang-orang yang nyinyir pada pemerintah selalu dapat celah, selalu dapat bahan, memang mereka Wahabi, PKS itu Wahabi. Yang terakhir juara lari Dunia, Lalu Zohri tidak membawa bendera, divestasi saham Freepot, tak lepas dari nyinyiran mereka.

Masyarakat bawah dapat suplay bahan kebencian dari para elit parpol dan agamawan, beda profesi satu kepentingan. Membuat kegaduhan dan kekacuan.

Mereka, hanya mengenal pembaharuan, tajdid hanya melalui dekontruksi, menghancurkan asas, dasae. Lihat saja kelakuan ISIS di negara Timur Tengah, makam diledakan, situs sejarah dihancurkan.

Atau lihatlah Saudi, mereka membangun sejarah dinasti serta kroninya dengan menghancurkan sejarah Nabi, Keluarga, Sahabat, dan Ulamanya. Rumah kelahiran Nabi saw dijadikan jamban, bekas mobil, kacamata dan baju Utsaimin dimusiumkan. Maulid, hari kelahiran Nabi haram diperingati, hari berdirinya kerajaan dirayakan. Itulah Wahabi.

Nyinyirnya Wahabi, dengan baju yang beragam ditanah air, memang turun temurun, seperti Kiai bersanad pada Nabi, nyinyirnya Wahabi juga bersanad.

Dahulu ada seorang yang menganggap Nabi tidak adil membagikan ghanimah, rampasan perang, orang ini disebut oleh Imam Syahrastani dalam al-milal wa Nihal dengan nama Dzul Khuwaishirah, ذو الخويصرة.

Nabi saw menjawab nyinyirnya nenek moyang Wahabi ini,

ان لم اعدل فمن يعدل؟ 
"Jika Aku (kau anggap) tidak adil, lalu siapa lagi yang bisa adil? (Tidak mungkin ada yang lebih adil dariku).

Yang nyinyir pada para Kiai NU, pada pemerintah, mayoritas basicknya Wahabi, dan baik secara langsung atau tidak, nyinyir mereka bersanad pada Dzul Khuwaishirah.

#2019tenggelamkanPKS.

Sumber : Status facebook Ahmad Tsauri

Sunday, July 15, 2018 - 14:45
Kategori Rubrik: