Langkah Konkrit Presiden Hidupkan UMKM

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Para pengkritik dan oposisi Presiden kerap kali melihat turunnya Presiden Jokowi ke lapangan, sebagai pencitraan. Misalnya, mesan kopi di kedai kopi mungil nan rapi, berkunjung ke mal, pasar, menelusuri trotoar Malioboro, bercukur di pangkas rambut (barbir) yang mungil-rapi atau bahkan membeli kaos unik di pusat oleh2

Presiden atau biro setpres lalu mengunggah aktivitas Presiden di lapangan ke medsos. Termasuk aktivitas vloging pakdhe

Yang para oposisi itu tidak tahu, pakdhe melakukannya dengan tujuan khusus. Itu adalah pertunjukan perhatiannya pada pemberdayaan usaha kecil para UMKM.

Contohnya saat bercukur di barbir di sebuah sudut jalan di Bogor. Tak lama setelah viralnya foto Presiden di barbir, mulai bermunculan tempat pangkas rambut mungil yang didesain apik dan unik di Kota Hujan a.k.a Bogor. Ada yang dirancang bersaung bambu, ada yang berkarakter "vintage", dll. Barbir yang semula dirancang asal saja, sekarang dirancang nyaman dan ber-AC

Hal sama terjadi setelah Presiden mengunggah fotonya membeli segelas kopi susu di sebuah kedai di Kemang yang mungil tapi unik. Setelah itu, ada banyak pengusaha muda yang berlomba membuat kafe mungil nan apik di Jabodetabek. Ada sekitar 3 atau 4 kawan yang juga sedang bersiap membuka kedai kopi mungil tapi nyaman

Koq bisa tahu?

Tentu saja para pelaku usaha seperti kami saling berkomunikasi 

Ini adalah strategi pakdhe membela dan mengeksekusi pembelaannya pada ekonomi kerakyatan. Lihatlah contohnya barbir dan kafe2 mungil itu, mampu membuka ribuan lapangan kerja

Presiden menerapkan cara kerja yang rileks tanpa banyak kata. Memfoto aktivitas dan lokasinya, lalu menulis pendek di media sosial personalnya. Dan pakdhe konsisten melakukannya. Apalagi personal brandingnya memang sangat kuat

Ini adalah Presiden zaman Now.
Presiden yang konon kata oposisi "hanya" pengusaha remeh temeh (padahal asetnya puluhan miliar dengan 5 pabrik besar). Remeh temeh tapi ternyata adalah seorang pemasar jempolan

Pemasar-pemimpin yang kreatif. Tidak banyak janji tapi langsung mengeksekusi. Tak peduli bahkan kebijakan pro jutaan rakyatnya malah merugikan pengusaha yang pernah mendanai kampanyenya

Seharusnya pemimpin ya seperti itu. Adalah seorang yang inovatif dan pendobrak. Tidak hanya sekedar berkata-kata manis.

Atau menyatakan pembelaan ratusan rakyat kecil dengan menutup jalan raya, tapi mengorbankan ribuan rakyat kecil lainnya. Atau berjanji TIDAK AKAN menggusur tapi akjirnya tak bisa melawan takdir, saat solusi satu2nya adalah menggusur

Jokowi manusia biasa. Dia punya kelemahan. Tapi bukan dengan meninggalkannya atau malah membiarkannya tanpa kritik membangun

Tabik untuk Jokowi
Tabik
Tabik pakdhe

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Tuesday, January 9, 2018 - 12:45
Kategori Rubrik: