Laki Tidak Ke Masjid = LGBT?

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat Lc MA

Salah satu jamaah pengajian saya memposting status yang bikin saya terusik untuk menjelaskan lebih jauh.

Dia tulis gini : Laki-laki yang shalatnya di rumah adalah laki-laki sholehah. Hati-hati dengan LGBT!!!

Wah, mungkin maksudnya baik, ingin menyindir biar pada shalat jamaah di masjid. Cuma narasinya rada bias, sehingga bitih penjelasan lebih lanjut.

Lalu saya bilang, bagusnya postingan seperti ini dihindari. Dalam fiqih syafi'i atau maliki dan hanafi sudah dijelaskan bahwa hukum shalat berjamaah di masjid bagi laki-laki itu hukumnya fadhu kifayah atau sunnah muakkadah dan bukan fardhu 'ain. Yang bilang fadhu 'ain hanya hambali saja.

Namanya saja sunnah, kalau pun tidak dikerjakan tentu tidak berdosa. Lha ini kok malah dihina sebagai perempuan, malah dikatain LGBT segala?

Mungkin maksudnya baik atau lucu-lucuan saja. Namun delivery nya jangan sampai kita membangun logika lewat narasi yang kurang tepat, sehingga mengesankan hukumnya diubah jadi wajib.

Padahal selama 15 abad ini para ulama tidak sepakat atas kewajibannya. Ada yang mewajibkan macam Hambali, tapi jangan lupa banyak juga yang tidak mewajibkan.

Status macam ini mengesankan kalau laki-laki tidak berjamaah ke masjid dianggap seperti perempuan, dan malah dituduh bencong LGBT.

Niat baik berdakwah seringkali perlu juga dibekali pemahaman ilmu syariah yang mumpuni. Biar dakwahnya tidak terkesan tambal sulam seadanya.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Tuesday, July 23, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: