Laki-Laki Ini Menangis Saat Kalian Bersedih

Ilustrasi

Oleh : Herry Tjahjono

Kisah ini sudah berlalu, namun gema moralnya masih kuat terasa. Waktu itu, ketika beberapa pihak membujuk Djarot untuk maju sebagai Cagub DKI - jawaban Djarot mengharukan :

"Akhirnya saya jawab gini. Saya bukan orang ambisius. Kalau dulu Pak Ahok berjuang mati-matian menghadirkan saya, ketika tidak ada perbedaan prinsip, saya selalu susah senang bersama Pak Ahok untuk membumikan Indonesia," sambungnya.

Djarot lebih dari seorang Cawagub untuk saat itu - bahkan terbukti ketika sebelumnya menjadi Wagub DKI - ia "Wagub" yang setia kepada Ahok. Dia bahkan tak ingin nama besar. Ia biarkan kredit dan apresiasi bagi sang gubernur. Bagi Ahok, Djarot bukan hanya pasangan pemimpin - tapi bahkan sahabat sejiwa.

Ada kalimat bijak indah : "Bahkan ketika dunia ingin menjatuhkanmu, seorang sahabat akan tetap datang dan hadir di sampingmu."

Dan itulah yang dialami Ahok bahkan sampai saat paling susah hidupnya. Djarot selalu hadir di sampingnya. Bahkan ketika waktu itu Djarot berkampanye seorang diri dan ditolak habis di beberapa tempat - Djarot menghadapinya tanpa gentar. Dia membela sahabatnya, Ahok. Ia tak pernah menggunting dalam lipatan. Ia setia.

Djarot pula pejabat pertama yang meneteskan air mata di depan publik karena ikut merasa sakit Ahok diperlakukan bak kriminal. Seperti pernah dikatakan : hitunglah jumlah sahabatmu tatkala engkau susah.

Djarot membuktikan pada bangsa ini, bahwa dalam politik yang kejam dan kotor - tetap ada yang namanya sahabat. Tetap ada nurani kemanusiaan. Djarot tak risih di samping Ahok yang saat ini dianggap orang 'pesakitan'.

Djarot bahkan mengajari bangsa ini, persaudaraan dan persahabatan itu tidak bisa disekat oleh perbedaan agama maupun warna kulit. Ahok Cina dan Kristen, Djarot Islam dan Jawa. Djarot menempatkan kepentingan rakyat di atas perbedaan primordial itu. Dan di atas segalanya, Djarot menerima Ahok sebagai sesama manusia.

Djarot setia, Djarot mencintai sahabatnya. Maka ketika Ahok mendukungnyauntuk maju sebagai cagub Sumut, dengan kepala tegak lelaki kalem itu maju. Bukan untuk kepentingan dirinya, tapi untuk warga Sumut.

Sumut, kalian beruntung jika bisa mendapatkan Djarot. Lelaki ini akan setia kepada kalian. Dia akan membuat kalian tertawa bahagia, dan akan menangis ketika kalian bersedih...

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Friday, February 23, 2018 - 01:15
Kategori Rubrik: