Lagi, Tengku Zulkarnain Nyiyiri Patung Tuban, Tapi Ngacir Saat Kalah Debat

Oleh: Suci

Tengku Zulkarnain memang tidak pernah sepi dari berita heboh di media sosial. Kebiasaannya bikin status di media sosial seperti twitter  tidak jarang mengundang banyak komentar, tak jarang pula yang mengundang kontroversi. Kali ini  pernyataan  Tengku Zulkarnain mengundang perdebatan kala   mengomentari status facebook yang di unggah di sebuah FP KataKita tentang  patung Khong Co yang saat ini ramai di media sosial.

KataKita adalah fan page berisi kumpulan status untuk merajut keindonesiaan, membangkitkan optimisme dan mencerahkan.  Sebagai FP yang sebagian isi postinganya  bermakna satire,  KataKita menngingatkan kepada pembacanya untuk tidak mudah jangan mudah baper.  Sampai 10 Agustus 2017 ini, KataKita sendiri di sukai oleh  553,972  dan diikuti oleh 570,624  orang.

Saya sebagai salah satu pembaca KataKita,seperti biasanya membaca postingan fp ini.  Kemarin, postingan KataKita  berjudul  ‘Mengenai Patung’ yang diambil dari fb Abhumi.  Seperti biasanya banyak komentar  dari para pembaca setianya. Kali ini yang tidak biasa adalah komentar dari  KH Tengku Zulkarnain.   Saya mencoba menelusuri  FP KH Tengku Zulkarnain. Laman FP nya di sukai oleh 55,427  dan diikuti oleh 57,066  orang. Kemungkinan besar itu memang laman asli FP Tengku Zulkarnain.

Wakil Ketua MUI ini  tergelitik ikut berkomentar barangkali karena dalam tulisan tersebut ada kalimat mengenai Tengku Zulkarnain.

“Barusan kubaca ada ide lucu dari om Tengku Zulkarnaen:“Coba kita usulkan membuat patung Pangeran Diponegoro setinggi 30 meter naik kuda di Beijing, dekat foto Mao Tse Tung. Boleh Nggak ya? Usul,”

Ide yg bagus menurutku. Tetapi perbandingan dengan patung Kwan Sing Tee Koen d Tuban tdk apple to apple.

Bila ingin mendirikan patung Pangeran Diponegoro setinggi 30 meter d Beijing, dekat foto Mao Tse Tung, tentu saja anda harus terlebih dulu membeli tanah sesuai dgn peraturan pemerintah China untuk mendirikan patung 30 meter.

Tapi yg paling penting, yg benar2 harus anda pikirkan baik2, masih adakah seniman patung yg rela meneteskan keringatnya demi Indonesia?

Semoga saja masih ada, tetapi, melihat cara kita memperlakukan hasil karya seni, aku pesimis Indonesia masih memiliki seniman d hari2 yg akan datang.

  Tengku Zulkarnain berkomentar :

KH Tengku Zulkarnain: Mau Kalian Bilang Bego mau pintar saya nggak ada urusan. Yg Jelas Patung itu berdiri TIDAK ADA IZINNYA. Yayasannya Juga Illegal. Itu Menurut Wakil Bupati Tuban langsung bukan kata saya. Kok Bisa ya Patung Dewa Kwankong Segede itu berdiri Tanpa IZIN? Di Tengah KOTA TUBAN yg bergelar Kota Wali?

Dan, kenyataannya banyak Masyarakat Tuban yg Menolaknya pula. Mau APA Lagi? Mau NEKAT dgn Arogan NABRAK ATURAN? Apa Nggak Malu?

Mestinya anda jelaskan kepada Bos anda Dan masyarakat Cina di out Negeri yg bertanya dgn jujur. Patung berdiri TANPA IZIN….. Jadi elegan dan jujur. Kalau tdk jujur ya repot…..

Masjid di Titik nol New York dekat gedung WTC juga ditolak Masyarakat sana. Tdk jadi dibangun. Izinnya tdk Keluar. Apa kemudian Umat Islam mengatakan orang New York RASIS, BODOH dll? Tidaaaak…..! Semua Ada aturannya dan WAJIB DIPATUHI….

Semoga sebagai warga negara Indonesia yang baik msu patuh aturan negara dan mau menghormati ciri Khas Satu daerah.

Maju Indonesia ku…

Merdeka…..!

 

Admin KataKita  memberikan tanggapan:

KataKita: Banyak yang menolak itu berapa pak ustadz? apakah anda sudah menghitungnya? pakai cara apa? mana hasilnya? indikatornya apa? Kalau mau diterapkan aturan secara ketat, silahkan cek IMB semua bangunan ibadah termasuk listriknya bayar tidak. Lalu soal pengeras suara jelas ada regulasinya, pada patuh ga? Ini Indonesia yang semua warganya harus saling menghargai. Anda fitnah kami bahwa bos kami China? bisa anda buktikan? Jika tidak, anda jelas-jelas melakukan fitnah. Sekelas Wasekjen MUI koq fitnah jadi kebiasaan. Anda benar-benar tidak layak menyandang gelar Wasekjen MUI. http://bimasislam.kemenag.go.id/…/ini-dia-aturan-bimas…

Kemudian muncul beragam tanggapan dari pembaca lain seperti yang memakai nama

Sastra Kohar :  Tong kosong nyaring bunyi nya yah macam KH Tengku Zulkarnain . Yang ngerjain patung itu sampe jadi aku yakin dari tukang2 dari tuban dan material pasti dari toko2 setempat . Coba tunjukan masyarakat tuban yang mana gak setuju ?.. aku bukan umat konghuc……..

Setelah beragam tanggapan, Tengku Zulkarnain kembali berkomentar :

KH Tengku Zulkarnain :Satu Saja lah. Nggak usah panjang panjang. Nggak Ada IMB maka tdk boleh berdiri. Kalau Nekat berdiri Tanpa IZIN ya Wajib dibongkar!

Intinya Tengku Zulkarnain tetap berpendapat kalau bangunan tanpa IMB maka wajib di bongkar.

Kembali pembaca KataKita terus mematahkan argumentasi Tengku Zulkarnain salah satunya dengan menantang Tengku  untuk memberi himbauan kepada masyarakat untuk merobohkan masjid yang tidak ada ijinnya.

Tak terima, Tengku Zulkarnain kembali membalas komentar para netizen dengan memberikan balasan:

KH Tengku Zulkarnain: Saya Bilang bos anda dan Masyarakat Cina di Luar Sana tdk ada Saya Bilang bos anda Cina. Baca baik baik. Jgn pakai emosi. Belajar bahasa yg baik

 Seorang netizen dengan nama Handoko Ne Dwichieprute  memberikan komentarnya ,”Di hongkong banyak masjid,, patung pak jokowi sama pak suekarno juga ada,,,tapi mereka gak masalah,,, mereka berfikir untuk saling menghormati karna sebagian besar orang Indonesia kerza disini,,….

Rupanya balasan netizen tersebut membuat Tengku Zulkarnain  mati langkah, tidak bisa memberikan jawaban dan terpaksa menyerah.  Terlihat tanggapannya KH Tengku Zulkarnain,” Saya tdk mau bertele tele. Yg saya Lihat saya dimaki maki di sini. Sampai di sini Saja…. Selamat Tinggal….

Admin KataKita pun kembali menskak-mat ,”

KataKita :Ustadz TZ, tipologi anda dan kaum intoleran itu keliatan koq. Maunya nanya dan menolak fakta yang disodorkan. Bagaimana anda menjawab pertanyaan2 yang kami ajukan? Yakin IMB mau jadi patokan? Siap kalau banyak tempat ibadah dirobohkan kalau tidak ada IMB? Berani ga MUI keluarkan fatwa tempat ibadah tanpa IMB dilarang/haram. Pilihannya diurus IMB nya atau dirobohkan?

Dari perdebatan tersebut,  saya menilai Tengku Zulkarnain kurang menguasai permasalahan patung yang saat ini sedang ramai diperbincangkan. Tengku Zulkarnain menilai karena patung Khong Co tidak berijin (IMB) maka wajib atau harus di bongkar.  Tetapi manakala ada perdebatan tentang tempat ibadah lain misalnya masjid yang kemungkinan besar banyak yang tidak berijin apakah juga harus di bongkar, terlihat ia tidak bisa menjawabnya. Terlihat karena tidak  berani beresiko tempat ibadah  tanpa IMB akan di bongkar, Tengku Zulkarnain pilih ngacir.

Sederhana saja, jika benar peraturan harus ditegakkan seperti yang di bilang Tengku Zulkarnain, maka logikanya peraturan tidak boleh pilih-pilih. Artinya semua tempat ibadah mesti di cek kembali apakah benar sudah berijin (ber-IMB) atau belum. Saya tidak terlalu nyakin semua masjid, mushola terutama yang ada di desa, dusun semua sudah mempunyai IMB sebelum membangunnya.   Tetapi apakah solusinya harus di bongkar?

Sebagai seorang muslim, saya sendiri akan merasa keberatan jika masjid/mushola tempat saya beribadah akan di bongkar karena belum berijin. Menurut saya, lebih baik mencari solusi yang terbaik misalnya dengan mengurus perijinan  tersebut, bukan malah membongkarnya. Demikian juga dengan solusi patung Khong Co.

Begitulah, pahamkan teman…

 

https://www.facebook.com/pageKataKita/posts/1454186504672730

 

 

Friday, August 11, 2017 - 13:00
Kategori Rubrik: