Lagi, Sikap Aneh Gubernur Jakarta

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Ini adalah gubernur warga Jakarta. Yang menganggap banjir dan macet BUKAN MASALAH UTAMA

Yang nampaknya tidak tahu bahwa sebagian masalah banjir dan macet sudah dibereskan oleh gubernur sebelumnya.

Gubernur yang MUNGKIN tidak tahu bahwa karena banjir dan macet, pengusaha bisa kehilangan peluang MEMBUKA LAPANGAN KERJA. Hal yang katanya jadi masalah utama Jakarta

Semoga kita semua, warga Jakarta, sabar melihatnya memimpin dalam 4 tahun 8 bulan lagi

Oh iya..
Danau Sunter yang kemaren dipuja adalah hasil kerja gubernur baru, telah dipake untuk arena Pra PON pada akhir 2015.

(Artikel CNN.com)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai masalah terbesar di ibu kota bukan banjir dan macet seperti yang selama ini banyak disebut. Menurutnya, masalah utama di Jakarta adalah lapangan pekerjaan.

"Saya bertugas mengurus kota yang kalau penduduknya ditanya masalah di Jakarta, hampir semua berpendapat, 'Macet, banjir,' itulah masalah utama," kata Anies di Jakarta, Senin (26/2) malam.

Namun permasalahan utama tersebut menurut Anies hanya keluhan warga ibu kota yang selama ini diekspos media.

Anies yakin, jika digelar survei yang melibatkan seluruh warga, hasilnya akan berbeda.

Lihat juga:Cerita Jokowi-Anies Duduk Semobil Cek Rute Asian Games

"Kalau dibikin survei yang melibatkan seluruh populasi di Jakarta, ditanya apa masalah utamanya? Nomor satu adalah lapangan pekerjaan," kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Disusul dengan masalah selanjutnya secara berurutan, yakni pendidikan, kesehatan, dan sampah.

"Yang punya masalah macet itu yang sudah bekerja. Kalau belum bekerja dan masih miskin, macet is not an issue," kata Anies.

Gubernur Anies Baswedan menilai macet bukan masalah utama di DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Termasuk, masalah banjir.

"Buat kami banjir, (tetapi) sebetulnya mayoritas (warga) nggak kena banjir," ujarnya.

Sehingga Anies merasakan, tanpa disadari bahwa ada fenomena divided society atau masyarakat yang terbagi, antara warga Jakarta kelas menengah yang makmur dan warga yang masih sulit memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Saya lihat datanya, yang berpenghasilan dibawah Rp1 juta itu 3 juta orang dari 10 juta penduduk Jakarta. 30 persen penduduk di kota ini berpenghasilan di bawah Rp1 juta," kata Anies.

Dengan demikian, Anies menyebut bahwa permasalahan terbesar warga Jakarta adalah ketimpangan. Ketimpangan itu disebutnya menjadi lahan subur untuk terjadinya instabilitas karena ketimpangan ekstrem.

"Di Jakarta, tantangan terbesar yang saya temukan adalah bukan sekadar tema-tema yang dipahami kelas menengah, tetapi justru tantangannya adalah membereskan ketimpangan sosisal ekonomi," kata Anies.

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Tuesday, February 27, 2018 - 22:45
Kategori Rubrik: