Lagi, Kasus Mirip First Travel, 30.237 Jamaah Gagal Berangkat Umrah

REDAKSIINDONESIA-Kasus penipuan yang dilakukan agen perjalanan haji dan umrah lagi-lagi terjadi, setelah kasus First Travel Jakarta dan Hannien Tour di Solo dengan kerugian mencapai ratusan milyar, kali ini kembali muncul kasus serupa di Bandung yang dilakukan oleh agen perjalanan umrah PT Solusi Balad Lumampah (SBL).

 
Kasus itu terbongkar Polisi setelah mendapat laporan pada 18 Januari 2018 dari calon jamaah Umrah dan haji yang gagal berangkat.
 
 
 
Laporan itu kemudian langsung didalami oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat.
 
"Awalnya kita menerima ada keluhan dari calon jamaah umrah bahwa sudah bayar lunas tapi tidak jadi berangkat. Kita dalami ternyata banyak, maka kita langsung melakukan penyidikan," ujar Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto, Selasa, 30 Januari 2018.
 
Berdasarkan hasil pendataan sementara, agen perjalanan Laknat itu menampung sebanyak 30.237 orang calon jamaah umrah dan 117 orang calon jemaah haji plus.
 
Namun dari jumlah tersebut baru 17.383 orang yang berangkat.
 
Sedangkan 12.845 orang belum berangkat hingga kini.
 
Parahnya lagi, ternyata PT. SBL tidak memiliki izin pemberangkatan haji, namun hanya memiliki izin umrah.
 
Total kerugian yang diderita para calon jamaah akibat penipuan ini mencapai ratusan milyar. Dalam Perhitungan Terakhir sementara, PT.SBL diperkirakan berhasil meraup uang hingga Rp 900 miliar.
 
Dari pengakuan tersangka, sebagian kecil uang jamaah sudah dibayarkan untuk memberangkatkan jamaah, dan sisanya digunakan untuk keperluan pribadi dan Foya-Foya.
 
Saat ini Polisi sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka, yaitu pemilik yaitu PT Solusi Balad Lumampah, Haji Aom juang OWNER SBL dan seorang stafnya bernama ER.
 
Dari tangan tersangka, polisi menyita beberapa unit kendaraan mewah baik roda dua dan roda empat, buku catatan kantor serta Uang tunai senilai Rp 1,6 miliar.
 
PT Solusi Balad Lumampah didirikan oleh H. Aom Juang Wibowo Sastraningrat pada 22 Juni 2012.
 
Haji Aom lahir di Kota Bandung pada 25 Desember 1983. Meski usianya tergolong muda, namun kiprahnya di dunia Bisnis Travel Tour sangat lah Lihay dan licin.
 
Pria kelahiran asli Propinsi Jawa Barat yang sudah berkali-kali Naik Haji ini memulai kiprahnya di bisnis travel dengan usaha kecil-kecilan menyediakan Kamar Hotel bagi sejumlah penyelenggara travel serta jasa Jasa Pengurusan Visa Umrah.
 
Setelah usahanya berkembang, H. Aom kemudian coba-coba mendirikan Usaha Travel Umroh sendiri. Tanpa diduga ternyata banyak yang meminati Paket Umroh Promo tipu-tipu super murahnya.
 
Modus yang digunakan Haji Aom dalam menggelapkan dana para calon jamaahnya sangat mirip seperti yang dilakukan oleh pemilik First Travel.
 
Termasuk gaya Hidup mewah dan Glamour untuk menarik hati para korbannya.
 
Jabatan terakhir H. Aom sebelum terciduk polisi adalah sebagai Direktur utama PT. SLB yang memiliki cabang di berbagai daerah di Indonesia.
 
Sumber: Detikcom
 
Keterangan. foto: H. Aom tengah berpose bersama stafnya dan seorang motivator.
Wednesday, January 31, 2018 - 14:00
Kategori Rubrik: