Kyai NU Tulis Buku Kritik Felix Siaw

Ilustrasi

Oleh : Kalis Mardiasih

Luuuur petelur, aku bocorin nih, ya. Kritik itu tanda sayang. Kenapa orang NU dan Muhammadiyah selaw-selaw? Karena jangankan dikritik orang lain, lha sejak kelahiran MIAI, bikin Masyumi, bikin partai NU, lalu kembali ke pesantren, merumuskan ahlul halli wal aqdi sampai Muktamar ke 33, yang mengkritik NU itu ya orang NU sendiri.

Tiap NU ulang tahun, selalu terbit buku, bukan hanya satu judul, bisa lima judul yang isinya kumpulan tulisan ulama dan cendekiawan, memuji NU? Bukaaaaan. Orang- orang NU itu kalau nulis ya buat jelek-jelekin NU sendiri dan ngasih pandangan kritis ke NU. Makanya kalau dijelek-jelekin orang lain ya wis biasa 
Biar apa to? Ya biar nggak beku. Kalau beku nanti jadi bodo. Kalau bodo nanti jadi nggatheli dan kemampleng 

Lha wong Gus Mus aja nulis buku buat Gus Dur isinya kritik semua. Pedes pula. Jaman mudanya Gus Mus, nulis surat buat Kiai-kiai sepuh di Majalah Aula. Kiai sepuh ya B aja tuh, nggak marah. Paling dibatin: Cah enom... 

Makanya Luur petelur, ini lho 15 bab kritik buat Mas Felix ditulis oleh Pakyai MS Fatoni. Lengkap dari mulai persoalan khilafah, cinta tanah air, bank-bankan, amalan sunnah yang dibidah-bidahkan, sampai mengucapkan selamat hari-harian. Apakah ini menjelek-jelekkan tokoh Islam? Wah ya jelas... nggak dong. Pak Yai sadar ini bikin Mas Felix tambah tenar. Tapi yang namanya koreksi tetap harus dilaksanakan Luur, petelur, biar nggak salah persepsi katanya.

Tokoh Islam Indonesia yang benar-benar tokoh itu selaw-selaw Luur, tidak mudah merasa terancam. Xixixi.

Ini bukunya Kiai Ketua PBNU lho, Luur. Jadi jangan ngamukan ke aku terus 

INFO dari penerbit Imania: Ternyata buku ini tidak bisa masuk jaringan toko buku Gramedia Luuur, petelur karena Toko Buku G takut diancam, disomasi dll oleh sebagian orang Islam yang akhir-akhir ini mudah terpelatuckkk. Jadi coba cari online aja ya Luuur.

Sumber : Status Facebook Kalis Mardiasih

Monday, April 23, 2018 - 19:00
Kategori Rubrik: