Kyai Ndeso

Ilustrasi

Oleh : Muhammad Salman Alfarisi

Banyak yang tidak tahu bahwa para kyai NU di kampung kampung itu hidupnya sangat sederhana. Jangankan Hummer yang harganya milyaran, sekelas avanza pun kadang mereka tidak punya. Begitu pula rumahnya.

Beberapa kyai besar (khos) malah rumahnya menyatu dengan penduduk kampung dan malah rumah para kyai itu masih berdinding papan. Lucunya, jalan depan rumahnya hanya cukup untuk dilalui 1 buah mobil kecil press body.

Jangan pula membayangkan pakaian yang beliau kenakan dalam kesehariannya mirip Dimas kanjeng yang memakai sorban dan jubah besar yang megah.

Biasanya para kyai itu pakaianya mirip petani tua kebanyakan. 
Malah adapula yang tidak mengenakan alas kaki. Harganya ? Taksiran saya tidak lebih dari 100rb untuk sarung dan baju beliau.

Namun, jangan heran jika mereka memiliki santri yang berjumlah ribuan serta alumni ponpesnya yang berjumlah puluhan ribu. Jangan heran pula kalau mengetahui bahwa biaya mondok disana ada yang gratis, ada pula yang dibayar seikhlasnya.

Uniknya, beliau mengajarkan ilmunya serta memenuhi undangan untuk berdakwah tanpa mematok tarif. 

Bahkan untuk menemui beliau sangatlah mudah. Tidak perlu harus menghubungi tim menejemen untuk membuat janji pertemuan. Beliau dengan mudahnya ditemui 24 jam.

Lalu bagaimana beliau menghidupi dirinya, keluarganya, dan pondoknya ? Inilah misteri rejeki Ilahi. Tentunya beliau mengandalkan tambak, sawah, dan kebunnya yang dikelola secara swadaya oleh para santri.

Tidak perlu mengedarkan proposal, tidak perlu pula meminta sana sini. Bahkan adapula yang setiap mengadakan mujahadah, seluruh jamaah yang hadir dipersilahkan menikmati hidangan sea food khas kampung secara gratis.

Seandainya beliau mau, berpuluh puluh mobil Hummer sampai ferari bisa berbaris rapi didepan rumahnya. 
Begitu pula untuk sekedar merenovasi rumahnya, ataupun jika hanya diperlukan untuk bergaya sekedar menikmati hidup.

Saya sendiri belum bisa dan mungkin tak akan mampu hidup seperti beliau. 
banyak yang menimba ilmu dari dari beliau dan itu adalah sebuah kenikmatan. Menjadikan beliau contoh dan panutan hidup adalah keharusan tersendiri. Karena beliau mencontoh apa yang dilakukan Rosulullah dulu.

Intinya, beliau hidup dengan menepi dari kekuasaan, dan yang sedang berkuasa akan selalu mencari beliau untuk dimintai pertolongan dan nasehat. 
Mereka pula orang orang yang sudah selesai dengan urusan kenikmatan dunianya, bukan ?

Adakah yang tahu siapa yang dipapah presiden dan Sekjen DPP PKB ini ? Kenapa mereka begitu takdim kepada beliau ? Padahal dari pakaiannya sangat sederhana.

~SRUPUUUUT monggo di raup semoga bsa menambah wawasan dan pengetahuan~

Sumber : Status Facebook Veritra Santosa

Saturday, January 13, 2018 - 22:30
Kategori Rubrik: