Kurva Normal yang Ciamik

ilustrasi

Oleh : Harun Iskandar

Sore kemaren saya amat sangat seneng, tepatnya bahagia. Tambahan positip Corona kemaren, tanggal 02 April 2020, 'cuma' 113 kasus baru.

Alhamdulillah . . .

Kok Alhamdulillah ? Ya. Karena meski nambah 113 kasus baru, tapi 'trend' tambahan kenaikan harian pun makin menurun. Sekarang jadi 'cuma' sebesar 7 persen . . .

Gambar 'sampul' diatas saya petik dari percakapan salah satu grup WA saya. ItsAHM. Kumpulan Arek Suroboyo dan sekitarnya, Alumni ITS, Institut Teknologi Sepuluh November, yang kerja atau pernah kerja di PT. Astra Honda Motor. Produsen Sepeda Montor merek Honda . . .

Jadi bisa dibayangkan betapa riuh-nya grup WA itu. Arek Suroboyo, ditambah lulusan ITS, kerja 'pabrik-an'. Kumpul jadi satu.

Di kantor atau pabrik juga begitu. 'Rai-mu !'. 'Jancoook !'. 'Mak-mu Kiper !'. Seliweran tiap saat. Forum meeting yang seserius apapun, disulap jadi kayak panggung Dagelan . . .

'Kêmêruh' itu Sok Tahu. Jadi kalau ada teman yang omong macem2, apa saja sepertinya ngerti. Mesti di skak, 'Halah ! Kêmêruh !'

'Kakèan' itu kebanyakan. 'Cocot' itu sama dengan mulut. Lebih kasar dari 'cangkêm'. Kakèhan Cocot artinya kebanyakan omong tok !

Pada tanggal 29 Maret 2020, data resmi dari Gugus Tugas Covid-19 yang Positip, sebanyak 1.285.
Versi 'Kemeruh' membengkak jadi 6 juta.
Versi 'Kakean Cocot' malah sudah jadi 'Sak Indonesia', yang 270 juta itu positip semua . . .

Sekarang terserah kita, mau tetap semangat sambil berharap, memohon pada Rabb kita, percaya data versi Resmi Gugus Tugas Covid 19.

Atau patah hati, duduk meringkuk pasrah dengan percaya data versi 'Kemeruh' atau versi 'Kakean Cocot'.

Atau justru, menebar ketakutan, menebar aura negatif, dengan percaya data 'jahat' versi para 'Psikopat'.

Ada data baru khusus untuk DKI saja. Yang meninggal 400 orang, yang terpapar pun jadi banyak 8000 orang . . .

Kalau saya, lebih pilih menenangkan diri, menentramkan hati. Percaya data Resmi. Stay at Home. Ndak keluar kalau ndak perlu sekali. Jaga Jarak. Rajin cuci tangan. Jemur diri di sinar Matahari jam 10-an. Semprot disinfectan setiap barang yang berasal dari luar rumah.

Sambil memohon pada Rabb saya. Selalu baca Al Faatihah. Ibu dari seluruh Surat yang ada dalam Qur'an.

Puluhan atau bahkan ratusan semampu saya. Seingat saya. Ini surat Sapu Jagat.

Bisa dibaca saat duka, pas juga saat bersuka. Enak dibaca kala meminta, sangat pantas juga diucap waktu kita bersyukur . . .

Hanya kepada Engkau lah kami menyembah, dan hanya pada Engkau kami mohon pertolongan . . .

Tunjukkanlah kami jalan yang lurus . . .

Tetap semangat. Jangan jadi jahat apalagi jadi Psikopat.

Tabek . . .

Sumber : Status facebook Harun Iskandar

Friday, April 3, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: