Kurang Besar ya Kacanya Paman

ilustrasi

Oleh : Lea Emery Subrata

PENDIRI Monumen HAMBALANG

SBY membandingkan pemerintahannya dengan rezim Jokowi saat ini. SBY mengklaim pada masa pemerintahannya, rakyat bebas menyampaikan kritik kepada pemerintahan. Namun pada era Jokowi, rakyat kerap dibungkam dengan ancaman agar tidak mengkritik pemerintah.

Ibarat kata peribahasa, "Semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak." demikianlah SBY kalau sudah bicara.

Apa pun yang dia tanggapi terkait pemerintahan, justru menunjukkan bahwa dia tidak pernah berkaca pada pemerintahannya yang dulu.

Pak SBY coba bercerminlah. Ketika anda menjabat sebagai presiden, terdapat tiga orang yang ditangkap dengan tuduhan pencemaran nama baik. Padahal penghinaan itu terjadi Ketika orasi waktu demo. Itu jelas ketika rakyat menyampaikan aspirasi, SBY menangkapnya dan memenjarakannya. Orang-orang itu adalah I Wayan “Gendo” Suardana, Monang Johannes Tambunan, dan Herman Saksono.

Kalau memang SBY merasa sekarang ada ketidakpatutan, kenapa anda dulu menyeret orang-orang tersebut ke proses hukum?

Bagaimana mungkin SBY akan mendapatkan hinaan seperti Presiden Jokowi mendapatkan hinaan ketika SBY sendiri membiarkan FPI sweeping sesuka hatinya, HTI menyerukan ganti Pancasila seenak udelnya, para pengasong agama berkeliaran di mana-mana, dan korupsi merajalela? Bahkan sekelas menteri (bergelar Panciningratan) aja nilep panci saking rakusnya?

Siapa para bangsat yang akan benci kepada presiden Ketika kebangsatan mereka dibiarkan merajalela? Tidak ada. Orang baik tidak akan mencela presidennya dengan hujat, fitnah dan hinaan keji. Ya kan Paman?!

Bandingkan dengan di era Presiden Jokowi, FPI tidak bisa sweeping seenak udelnya, makanya mereka rame-rame menghina presiden. HTI pun sudah dibubarkan sehingga mereka balik menyerang. Penjilat SBY seperti Gang's BASAH (Barisan Sakit Hati) dan gerombolannya kehilangan mata pencaharian sehingga mereka jadi provokator dan tukang fitnah. Masa yang seperti itu mau didiamkan?

Sudahlah Paman sebaiknya diam sajalah, nikmati saja hari tua anda sambil main gitar. Sebab semakin anda bicara semakin nyaring hambalang berteriak.

o iyaa paman...masih ingat bapak Antasari Azhar kan...

Sumber : Status Facebook Lea Emery Subrata

Thursday, May 28, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: