Kudeta Apa KLB?

ilustrasi

Oleh : Fariji Lacak
PD Moeldoko apa AHY...??
KUDETA itu identik dgn "Pengambil Alihan Pemerintahan Yang Sah Secara Paksa".
Seperti yg terjadi di Myanmar.
Dalam Organisasi Massa (Ormas), Organisasi Sosial Politik (Orsospol), Organisasi Kepemudaan, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tdk mengenal istilah KUDETA.
Yg sering terjadi adalah Pergantian Pucuk Pimpinan secara prosedural.

Dan manakala pergantian Pucuk Pimpinan tdk prosedural, atau bila terjadi penyimpangan atau melanggar Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), maka dimungkinkan untuk mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB).

Perpecahan ditubuh Partai, adanya Dualisme Kepemimpinan, itu hal yg lumrah, internal Partai, dan itu sering terjadi. Seperti :
PDI menjadi PDIP, Golkar, PKB, Hanura, PBB, Partai Berkarya dll.
Sekarang ini giliran menimpa Partai Demokrat (PD).

Tuduhan AHY bahwa Moeldoko meng-Kudeta PD, tdk benar. Kalo kubu AHY pasti mengatakan benar. Tapi Kudetanya gak sampai Ngepung Cikeas, melainkan melalui KLB, dan Moeldoko terpilih secara aklamasi.
Lucunya/anehnya, knp melibatkan Presiden/Jokowi? Knp Jokowi yg disalahkan?
Berkirim surat kpd Jokowi-lah, menyuruh Jokowi untuk menghentikan KLB-lah.
Solusinya simpel kok. Lakukanlah Gugatan, misal: ke PTUN, ke PN, ke MA atau ke MK.
Apakah ini karma buat SBY, mungkin.

Partai inilah yg mengusung SBY jadi capres. Kemudian pelan tapi pasti SBY menguasai PD, dan akhirnya jadilah PD sbg partai dinasti. Pengurusnya dari mulai bapak, anak, mantu.
Prestasi PD terbaik saat melambungkan SBY di periode kedua dimana perolehan kursi DPR nya mencapai 150, setelah itu nyungsep pd pemilu 2019 hanya dapat 54 kursi.

Dari performance itu saja gak usah pakai analisa segala, bhw PD sbg partai yg pernah sempat jaya tak bisa menjaga dirinya, apalagi SBY keliatan sekali mendesign PD sbg rumah tangganya sendiri tanpa mau berbagi.
Hadirnya AHY yg dipaksa melepas karir TNI nya terlalu tergesa-gesa. Semua tau AHY di proyeksikan untuk jd presiden, pdhl jam terbangnya msh kelas terbang perintis.

Kemudian makin norak, AHY dijadikan Ketum PD dimana para seniornya hanya bisa mengelus dada tanpa bisa berbuat apa-apa.
Ibarat mengurus rumah tangga terlalu banyak ngurus tetangga, akhirnya anak-anaknya gak terurus. Kepercayaan yg diberikan pd AHY terlalu tergesa-gesa, orang bilang AHY gak pernah mendaki, tau-tau berada di puncak gunung.

Dia tak bisa melihat mana kawan mana lawan.
Salah siapa, ya salah SBY, terlalu pede, dipikir ngurus Partai bisa cuma pakai remote.
Sekarang PD sdh ada.
PD mana yg Sah? Tergantung hasil Putusan Pengadilan bila AHY melalukan Gugatan.
Atau pd saat pemilihan Calon Legislatif (Caleg) pd Pemilihan Legislatif (Pilleg) 2024.
Caleg PD mana yg diterima oleh KPU/KPUD. Apakah PD Moeldoko atau PD AHY.

Tulisan/Status-ku ini hanya sekedar pencerahan, jgn sampai ada yg terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yg sengaja agar Bangsa ini selalu kisruh.
Wassalam.
Ayooo Semangaaat...!!!
Sumber : Status Facebook Fariji Lacak

Monday, March 8, 2021 - 08:15
Kategori Rubrik: