Kubu-Kubu Umat

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.MA

Selama kita berdakwah dengan sistem pertandingan, maka logika kita pasti logika kalah menang. Namanya juga pertandingan, harus ada yang menang dan mesti ada yang kalah.

Umat Islam punya banyak unsur dan keragaman, kalau ideologi dakwahnya masih menggunakan sistem pertandingan, maka logika menang kalah masih jadi tolok ukur.

Kemenangan regu A itu otomatis jadi kekalahan regu B. Maka program kerja, visi misi dan orientasi dakwah regu B adalah bagaimana caranya merebut kemenangan dari tangan regu A dan menebus kekalahan.

Sebutlah kemenangan pum diraih B, mereka pesta pora. Apa yang terjadi di regu A?

Balas dendam!!!

Kita rebut lagi kemenangan itu. Dan begitu saja berputar terus tiada akhir. Itulah yang selama ini merasuki kubu-kubu umat Islam. Ribut saja kerjaannya, nggak selesai selesai.

Keributan yang setara dengan anak SMT pada tawuran, kita nggak ngerti jalan ceritanya. Apa sih masalahnya? Nggak jelas.

Dan asal tahu aja, kubu-kubu yang pada bertikai sejak zaman nenek moyang pun sebenarnya juga tidak terlalu yakin, sebenarnya apa sih duduk permasalahan keributan kita?

Kalau dipikir-pikir, ngapain juga sih kita ribut melulu. Kita semua sama-sama tidak tahu.

Hadeehh

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Tuesday, August 11, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: