Kuat Menerima Cobaan

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Ada cerita. Ketika teman saya meninggal , istrinya di usir oleh keluarga besar. Maklum karena dia bekerja di perusahaan keluarga dan istrinya dari keluarga miskin. Saya datang besuk ke rumah duka terlambat 7 hari selah mayat di kubur. Pada waktu itu saya tidak melihat istrinya. Menurut keluarganya istrinya pulang kampung. Sementara dua anak di rawat oleh keluarga suami.

15 tahun kemudian saya amprokan dengan istri teman itu di Hong Kong. Dia masih mengingat saya karena suaminya sangat dekat dengan saya. Ketika itu dia cerita bahwa anak anaknya sudah ikut dengan dia sejak 10 tahun lalu ketika dia berhasil dengan hidupnya. Menurut ceritanya ,harta keluarga almarhum suaminya habis karena setelah krismon jaringan hotel di jual ke orang lain. Harta itu habis begitu saja oleh kamanjaaan keluarga besar suaminya..

Dan selama lima tahun setelah suaminya meninggal dia berhasil mengelola usaha yang di rintisnya di bidang property. Kini dia sudah punya mitra international membangun kawasan bukan hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri dan usaha merambah sampai di bidang cargo dan transfortation. Dia sudah jadi business lady berkelas dunia.

Menurutnya semua itu berkat didikan suaminya. Yang lebih penting dia belajar dari kesabaran suaminya mengelola usaha serta ikhlas tanpa meminta lebih walau semua usaha keluarga bertumpu dengan suaminya. Diapun tidak menuntut harta warisan. Biarlah Tuhan tempat sebaik baik nya balasan. Selalu ada hikmah atas peristiwa yang ada. Tugasnya hanya melewati hidup dan hidup harus terus berlanjut. Harus move on.

Menurutnya tidak mudah menerima kenyataan. Suami meninggal dan kemudian terusir dari keluarga suami tanpa harta. Dia-pun harus berpisah dengan anak anaknya. Sangat berat. Dia harus bangkit dari semua itu tanpa dendam. Berkali kali dia mencoba usaha selalu gagal sampai akhirnya dia di tawari orang kerjasama membangun property dan berhasil. Dan dari satu sukses , dia kembali gagal. Namun dia bangkit kembali. Sukses dan gagal datang silih berganti. Namun dengan ikhlas dia lalui tanpa berprasangka buruk kepada siapapun. Dari itu semua dia harus merasakan luka pukulan demi pukulan namun tidak membuat dia jatuh. Dia terus bertahan untuk menjadi pemenang...

Anak ku..kebanyakan kegagalan bukan karena nasip buruk tapi karena kamu tidak sabar menanti datangnya sukses. Ingatlah ketika kamu merasa kalah dan ingin menyerah, kamu tidak tahu betapa sukses itu sangat dekat. Kamu hanya butuh bersabar untuk meraihnya. Dan satu hal lagi nak, kehebatan orang diatas ring tinju bukanlah karena dia kuat memukul tapi karena dia kuat menahan pukulan sampai dentang berakhirnya permainan..Pahamkan sayang..** (ak)

Sumber : facebook Erizeli Jely Bandaro

Monday, June 20, 2016 - 08:45
Kategori Rubrik: