Kualitas Akal

ilustrasi

Oleh : Asrof Husin

Jika kaum kadrun pembenci Presiden Jokowi menolak Omnibus Law UU Ciptaker lalu menyebarkan hoax dan fitnah kemudian demo, kita sudah tidak heran lagi dgn mereka, ini bukan masalah sosialisasi tetapi apapun yg yg dikerjakan Presiden Jokowi bagi mereka tdk ada yg bagus, apalagi UU Ciptaker yg menyangkut buruh ini bisa mereka politisasi, membakar, sebarkan hoax dan fitnah.
Sebalik jika ada pendukung Presiden Jokowi, apalagi yg bergelar Profesor, kepala daerah dan pemuka agama yg langsung tdk setuju bahkan langsung menyerang ada yg dgn perkataan provokatif, disini kita mempertanyakan dimana kualitas akal dan kesabaran mereka, apakah mereka sudah membaca dan mempelajari berulang kali ? Percayalah terhadap mereka ini kaum kadrun tertawa terbahak dan bertepuk tangan.

Kualitas akal ditunjukan orang cerdas yg sabar dan tdk mau terburu2 dlm menyikapi/mengeluarkan peryataan UU Ciptaker, mereka tdk terpengaruh hoax, mereka berulang2 membaca, berulang2 mempelajari, seperti peryataan Hotman Paris ini : " Buruh dan pekerja justru sgt diuntungkan lewat UU tsb. UU tsb memiliki dampak positif yg luar biasa bagi kaum pekerja dan buruh, bagaimana sanksi tdk membayar pesangon kini bisa dikategorikan sbg tindak pidana, penjara maksimal 4 tahun. UU Ciptaker akan menolong para buruh dan pekerja memperoleh hak mereka mendapat pesangon. Ini merupakan suatu langkah yg sgt menguntungkan para pekerja maupun para buruh ".

Sebaliknya kualitas akal ditunjukan oleh para Pendukung Jokowi, yg sebelumnya kawan sekarang lawan, yg sebelumnya memuji sekarang mencaci maki, apakah terpengaruh hoax ? Apakah sudah membaca dan mempelajari dan disini terlihat kualitas akal dan kesabaran, tdk mencari kebenaran, teryata yg keluar adalah peryataan emosional, seperti : " UU Cipta kerja hanya menguntungkan konglomerat, kapitalis, investor, tapi menindas dan menginjak kepentingan atau nasib para buruh, petani dan rakyat kecil ".

Apalagi peryataan ini dikeluarkan oleh seorang pemuka agama yg punya akses sgt mudah ketemu Presiden Jokowi, sangat menyedihkan, harusnya bisa sabar dan mendinginkan, dimana kualitas akal dan kesabaran mereka ? Kenapa emosi dikedepankan ? Apakah sudah membaca dan mempelajari berulang kali ? Ini bukan masalah sosialisasi, bukan masalah perbedaan pendapat, tetapi ini masalah kualitas akal dan kesabaran.
Dan percayalah kaum kadrun tertawa terbahak dan bertepuk tangan, karena bisa mereka jadikan bahan utk memprovokasi, mengadu domba dan memecah belah.

SALAM DAMAI.

Sumber : Status Facebook Asrof Husin

Saturday, October 17, 2020 - 12:30
Kategori Rubrik: