KRL Jabotabek Terus Berbenah

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Sudah 3 bulan ini makin kerap memakai KRL menuju Bogor. Sudah mendapat jam berangkat dan pulang yang cocok. Termasuk saat kudu ngawal nyonya jam balik 

Ketemu dengan beberapa aktivis di medsos, pejabat publik (Eselon 1 di beberapa kementerian dan Direktur BUMN), pakar transportasi (Pak Yayat Supriyatna) juga dosen seperti Ade Armando yang pemakai setia KRL

Saya cuma mau bilang, bahwa masih banyak orang yang seia dan seperbuatan. Ngga cuman kritak kritik tok. Macet misalnya, tapi ya ndak bersedia pake kereta walo rumah ada kases stasiun.. hhe

Jika menengok 5 taun lalu, layanan KRL masih sangat buruk, rasanya pahala buat Pak Jonan dan tim ngga akan putus. Kereta ber-AC, sistem tapping kartu dan sistem online dan juga hilangnya atapers dan pedagang asongan.

Tentu saja pelayanan kereta komuter masih jauh dari sempurna. Untuk jalur Bogor bakal mencapai puncak dengan segera. Harus segera ada solusi untuk makin membludaknya penumpang. Misal membuat jalur sambung Tanah Abang-Depok, Tanah-Abang-UI, Tanah Abang-BojongGede atau Jakarta Kota-UI misalnya.

Apalagi LRT Cibubur-Bogor baru akan beroperasi setelah 2020. Mumpung operator LRT-nya adalah KAI juga

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Monday, April 23, 2018 - 18:30
Kategori Rubrik: