Kritik HNW Ke Risma Bukti Krisis Karakter

ilustrasi
Oleh : Budi Alamanda
Indonesia sebagai negara kepulauan adalah negara-bangsa yang memiliki kekayaan dan keragaman budaya nusantara yang merupakan daya tarik tersendiri di mata dunia.
Seperti yang kita ketahui, sebagai sebuah negara bangsa (nation-state) Indonesia memiliki nilai-nilai luhur yang khas dan membudaya di masyarakat seperti gotong-royong, saling tolong menolong, ramah, santun, toleran, dan perduli terhadap sesama.
Nilai-nilai luhur tersebut pada akhirnya dijadikan rujukan untuk membentuk ideologi negara, yaitu Pancasila yang secara umum dibangun atas nilai-nilai luhur yang telah mengakar dan membudaya di masyarakat jauh sebelum Indonesia menjadi negara kesatuan.
KRISIS KARAKTER
Mulai melunturnya wacana kebudayaan nusantara di kalangan masyarakat dikarenakan masuknya pengaruh budaya asing, baik dari Barat maupun Asia. Perkembangan teknologi yang menghapus ruang dan waktu juga memberi pengaruh besar.
Ada indikasi krisis karakter dan identitas serta integritas di kalangan generasi muda saat ini.
Hal ini bisa dibilang cukup mengkhawatirkan karena apabila nilai-nilai kebudayaan hilang dan tidak teraktualisasi, masyarakat kita khususnya generasi muda akan kehilangan fondasi etik dan landasan fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang secara potensial akan berujung pada terpecah-belahnya persatuan bangsa, dan maraknya budaya korupsi, narkoba, dan aksi terorisme.
Oleh karena itu, wacana kebudayaan, khususnya terkait nilai-nilai luhur harus terus disuarakan untuk menangkal pengaruh eksternal-negatif yang salah satunya dapat dilakukan dengan cara melestarikan, memajukan, dan mengembangkan nilai-nilai kebudayaan nusantara, serta menginternalisasinya di masyarakat khususnya generasi muda.
Diperlukan upaya dari berbagai pihak untuk melakukan hal ini, pemerintah melalui UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan telah menunjukkan upaya untuk memajukan ragam kebudayaan lokal yang prosesnya dilakukan melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan nasional Indonesia.
Kesimpulan Kami Rakyat Kecil :
Jadi setidaknya anda Hidayat Nur Wahid sebagai Lembaga Tertinggi Negara yang telah dipilih oleh Rakyat Indonesia, setidaknya membahas masalah perkembangan dan kemajuan Bangsa dan Negara Indonesia. Bukannya membahas masalah seperti yang dicontohkan oleh Bu Risma yang merupakan bahagian pelaksanaan Kebudayaan Bangsa Indonesia.
Jangan pergunakan suara anda sebagai Wakil Ketua MPR yang menyuarakan suara yang tak lazim kami nilai oleh Rakyat Indonesia. Tetapi berpikirlah yang lebih positif. Bukan nyinyir seperti itu.
Kami sangat meragukan pemahaman anda tentang Kebudayaan Indonesia.
Atau......
Kami dapat memasukkan anda Hidayat Nur Wahid dalam kategori : "Krisis Karakter".
Sumber : Status Facebook Budi Alamanda
Tuesday, January 26, 2021 - 09:15
Kategori Rubrik: