Kristen Armageddon VS Jokowi

ilustrasi

Oleh : Efron Bayern

Dalam hal eskatologi (pandangan tentang akhir zaman) di Indonesia tidak sedikit orang Kristen menganut apa yang disebut dengan ideologi Armagedon disadari atau tanpa disadari. Ideologi Armagedon merupakan suatu wawasan apokaliptik yang mengultuskan Israel modern. Wawasan ini diyakini bahwa akan ada pembinasaan bangsa-bangsa di dunia lewat perang nuklir yang dimula di Armagedon, Israel Utara (lih. Wahyu 16:16). Kristus akan datang untuk menghancurkan kejahatan dan kekafiran. Kelompok ini berkeyakinan akan terhisab ke dalam 144 ribu orang yang dibenarkan untuk diangkat dan menyongsong kedatangan Kristus dan memerintah bersama-Nya (Wahyu 13:1-3).

Ideologi Armagedon ini melahirkan orang-orang Kristen berwatak fundamentalistik. Mereka mau mati demi ideologi. Adalah tugas dan panggilan setiap orang Kristen (yang sudah dirasuki ideologi Armagedon) untuk memercepat tibanya perang dahsyat itu, antara lain dengan menolak semua proses menuju perdamaian yang terus diupayakan oleh para pemimpin dunia untuk kawasan Timur Tengah, khususnya dalam rangka mengatasi konflik Israel dan Palestina. Bahkan orang-orang ini bila perlu ikut memantik perang dengan melancarkan aksi terorisme.

Di Indonesia memang belum separah itu, namun benih yang ditabur sudah bertunas dan tumbuh subur. Tinggal menanti masa berbuah saja. Ini dapat dilihat dari propaganda mereka tentang Israel sebagai negara yang dikasihi dan diberkati Allah. Hal itu dapat kita lihat dengan maraknya bisnis The Holy Land Tour di Indonesia. Memang benar, mengikuti perjalanan wisata ke Israel tentu saja merupakan pengalaman berharga bagi warga jemaat di Indonesia yang iman, kepercayaan, dan kehidupan etis mereka didasari Kitab Suci yang bagian terbesar lahir di Palestina yang ditulis oleh orang-orang Israel zaman dulu. Namun perlu diperhatikan di balik kegiatan ini terdapat apokaliptisisme kristiani yang mengultuskan Israel modern dalam bentuk Zionisme Kristen dari gerakan fundamentalisme Kristen AS yang tentu tidak paut bagi pengembangan apokaliptisisme Kristen di Indonesia yang plural.

Di media sosial kita dengan mudah menyaksikan ciri-ciri orang Kristen yang sudah terpapar ideologi Armagedon. Mereka begitu mengultuskan Israel modern. Penyamaan dengan cara bodoh negara Israel modern, yang konstitusinya sekuler, dengan Israel Perjanjian Lama serta Tanah Perjanjian dan Sion kota sucinya menghasilkan kultus terhadap Israel (modern) di kalangan Kristen fundamentalis. Apokaliptisisme fundamentalisme Kristen dengan mentalitas kultus negara Israel modern dikenal juga dengan sebutan Zionisme Kristen. Mentalitas ini juga sudah merebak di gereja-gereja (bukan arus-utama) di Indonesia.

Seperti yang saya katakan bahwa benih ideologi Armagedon sudah bertunas dan tumbuh. Ini dapat dilihat dengan kegencaran mereka berpropaganda menolak KH Ma’ruf Amin. Bukan saja menolak, mereka berkampanye untuk tidak memilih atau yang dikenal dengan golput. [Golput sendiri secara takrif tidak paut dengan orang yang tidak mau berpartisipasi di Pilpres 2019]. Mereka berpropaganda.

Saat ini gerakan propaganda golput yang dilancarkan mereka lewat media sosial makin kencang, karena diberitakan Abubakar Ba’asyir (ABB) gembong teroris dibebaskan dari penjara atas dasar kemanusiaan. Dibuatlah isu untuk menyerang Jokowi bahwa Jokowi lebih memilih bersahabat dengan teroris ketimbang kaum minoritas. Propaganda golput makin kencang lagi dan pejal. Mereka sadar dengan makin banyak golput, maka memberi peluang lawan Jokowi berkuasa. Mengapa mereka lebih suka lawan Jokowi berkuasa?

Mereka pada dasarnya adalah orang-orang yang tak berani bertanggungjawab. Mereka tidak memilih Jokowi, tetapi juga tidak mau mendukung Prabohong. Mengapa? Prabohong didukung oleh musuh-musuh Kristen. Namun mereka mau menjadi Allah dengan menghukum Jokowi. Dengan lawan Jokowi berkuasa mereka lebih mudah menghasut pemerintah untuk melancarkan perang. Dengan perang mereka berharap skenario ideologi Armagedon segera terjadi. Bangsa-bangsa akan musnah dan mereka terhisab ke dalam 144 ribu orang yang dibenarkan untuk diangkat dan menyongsong kedatangan Kristus dan memerintah bersama-Nya sesuai dengan Kitab Wahyu.

Apokaliptisme Armagedon tumbuh sebenarnya sebagai eskapisme murahan. Sepertinya para penganutnya menaruh perhatian dan cinta kasih kepada bangsa Israel modern. Padahal omong kosong! Mereka pada dasarnya Zionisme Kristen. Mereka melihat bangsa Israel modern hanya sebagai alat dan jalan bagi mereka supaya ikutan terangkat (ke surga). Padahal keprihatinan apokalipsis Kitab Wahyu justru ditujukan kepada manusia yang disengsarakan, ditindas, dianiaya, yang mendapat kekuatan hanya dari Allah, bukan dari aksi dan propaganda golput. Dengan memilih Jokowi sebenarnya orang Kristen sudah melaksanakan semangat apokalipsis Kitab Wahyu, yaitu jutaan orang-orang marginal bisa diberdayakan, ditopang, dipapah menuju kepada kehidupan lebih baik.

Dari Tepian Jakarta, 20 Januari 2019
MDS

Sumber : Status Facebook Efran Bayern

Monday, January 21, 2019 - 18:00
Kategori Rubrik: