Kristen Arab

ilustrasi

Oleh : Luc Martin Sitepu

Perlu diinformasikan bahwa umat Kristen yang berasal dari etnis Arab ada puluhan juta jumlahnya di Timur-Tengah sana. Mereka adalah orang-orang asli Arab yang biasa menggunakan bahasa Arab maupun budaya Arab.

Orang-orang Arab beragama Kristen sudah lebih dulu ada/eksis 600 tahun sebelum Islam lahir. Kristen sudah ada sejak abad pertama sedangkan Islam baru lahir pada abad ketujuh. Oleh karena itu tidak setitik-pun umat Kristen Arab menyontek budaya Islam sebagaimana yg sering dituduhkan.

Membaca Kitab/qiroat dengan tilawah, musik (gambus, kecapi, rebana), berkerudung, berhijab, berpakaian gamis, berpeci dan seterusnya itu sudah menjadi tradisi atau budaya Timur-Tengah. Saat Islam belum ada, ratusan tahun kekristenan telah menggunakan tradisi/ budaya ini.

Adapun istilah sholat/sholah, sholawat, qosidah, alhamdulillah, insya Allah, Allahul Abi, Al-Masih dst, itu ternyata sudah lazim digunakan oleh umat Kristen Arab. Bahkan kata "Kafir" sudah lebih dulu digunakan oleh orang Kristen utk menyebut orang-orang yg menyangkal kebenaran yg dibawa Jesus, Tuhan.

Istilah "Kafir" pertamakali digunakan oleh kalangan petani di jazirah Arab utk menyebut orang yg suka menyembunyikan hasil panen-nya dgn cara menutupinya dengan tanah/pasir. Jadi, aneh bila kemudian kata "Kafir" diklaim sbg istilah milik Islam, yg lalu dipakai utk menyebut orang-orang diluar Islam yg tidak mempercayai Muhammad.

Bagi umat Kristen Arab, Allah adalah istilah untuk menyebut Tuhan dalam bahasa mereka. Allah yg dimaksud adalah Allah yang Esa yang telah Nuzul ke dunia sebagai Yesus Kristus atau Yasu'a Al-Masih 2000 tahun lalu, dimana Kitab Suci mengatakan bahwa tidak ada nama lain yang oleh karenaNya manusia dapat diselamatkan.

Mereka menggunakan istilah-istilah tersebut karena memang itulah bahasa asli mereka sebagai orang Arab, yang lahir di tanah Arab. Misal: orang Kristen yang masuk kamar utk berkomunikasi dengan Allah (berdoa), itu mereka sebut sholat. Bahkan doa-doa spontan ketika mau makan, minum, belajar, bepergian, doa dengan teks yang baku (doa 7 waktu dll) atau doa pada pertemuan jema'ah, semua itu mereka sebut sebaga "sholat atau sholah".

Makna dari sholat adalah memuji Tuhan, memohon, dialog /interaksi/berhubungan maupun bersyukur kepada-Nya. Jadi tidak benar bila dikatakan bahwa istilah sholat cuma dikhususkan hanya pada doa 7 waktu, lha wong 'Doa Bapa Kami' yang berdiri sendiri saja juga disebut sbg "Sholat Ar-Robbaniyyah" atau doa yang diajarkan Tuhan sendiri kepada kita...

Demikian juga dengan istilah "sholawat, qosidah, alhamdulillah" dst, itu biasa diucapkan oleh umat Kristen Arab. Mereka juga biasa memakai nama-nama sebagai berikut: "Abdul, Azis, Faraq, Faruq, Ashraf, Taufik, Malik, Amir, Ibrohim, Sulayman, Yunus, Buthrus, Ya'aqub, Ishaq, Syamuil, Harun, Yuhanna, Musa, Kamil, Halim, Hilmi, Faisal, Habib, Labib, Kamal, Jibran, Nabil, Nabila, Nadir, Nazhir, Naufal, Haddad, Majdi, Nashrallah, Athallah, Mansur", dan seterusnya...

Bila ada muslim Indonesia yang mengatakan bahwa Kristen mencontek Islam, itu adalah tuduhan gila dari orang-orang mabok agama yg tdk mengerti apa-apa tentang sejarah agamanya. Bagaimana mungkin Kristen yg lebih dulu eksis mencontek Islam yg belakangan lahir? Yang paling mungkin adalah sebaliknya, bukan? Tapi itu tidak menjadi masalah bagi orang Kristen...

Sekali lagi saya katakan, Kristen itu jauh lebih dulu ada di Timur-Tengah. Pada hari Pentakosta dan pewartaan Para Rasul pada abad ke-1 banyak orang Arab (kafir) bertobat dan kemudian dibaptis. Orang Kristen dalam bahasa Arab sering disebut Masihiyyin, sedangkan istilah "Kekristenan" atau "Kristiani"
disebut sbg Masihiyyah. Ad-Din Masihi adalah sebutan utk "Agama Kristen".

Sedangkan "Nasroni", adalah istilah yg lazim dipakai oleh muslim Arab utk menyebut orang-orang pengikut Isa, walau Isa yg mereka maksud entah Isa yg mana karena sama sekali berbeda dgn sosok Isa (Jesus) yg ratusan bahkan ribuan tahun lebih dulu tertulis dengan amat detail di Alkitab...

Demikian, utk dipahami.....
#lucmartinsitepu

Sumber : Status Facebook Luc Martin Sitepu

Friday, September 6, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: